Komisi III DPRD Bandar Lampung Bahas Smart BRT ITERA, Dorong Transportasi Publik Modern

Komisi III DPRD Bandar Lampung Bahas Smart BRT ITERA, Dorong Transportasi Publik Modern BANDAR LAMPUNG – Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) terkait mulai beroperasinya layanan transportasi publik cerdas Smart BRT Itera dengan rute Kampus ITERA–Mall Boemi Kedaton. Rapat ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi awal operasional, tetapi juga membuka diskusi strategis mengenai masa depan sistem transportasi publik di Kota Bandar Lampung yang dinilai masih memerlukan pembenahan menyeluruh. Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengapresiasi langkah inovatif ITERA dalam menghadirkan Smart BRT sebagai model transportasi berbasis teknologi. Menurutnya, kehadiran Smart BRT bukan sekadar alternatif moda transportasi, melainkan sinyal perubahan menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. “Ini adalah sebuah prototipe dengan teknologi yang ada. Masyarakat yang tadinya terbiasa membayar secara tunai, kini mulai diarahkan ke sistem non-tunai. Secara perlahan, ini akan membentuk kebiasaan baru,” ujarnya usai RDP, Rabu (29/4/2026). Ia menilai inovasi ini berpotensi mengubah pola mobilitas masyarakat yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi. Perubahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi transportasi di perkotaan. Meski demikian, Komisi III DPRD menegaskan bahwa tanggung jawab utama dalam pengembangan transportasi publik tetap berada di tangan pemerintah daerah. Kehadiran Smart BRT ITERA dipandang sebagai proyek percontohan (pilot project) yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan transportasi ke depan. “Kami tentu mengapresiasi apa yang telah dilakukan ITERA. Namun pada prinsipnya, penyediaan transportasi publik adalah tanggung jawab pemerintah. Prototipe ini sangat baik untuk menciptakan sistem transportasi berkelanjutan di Bandar Lampung,” tegasnya.

BANDAR LAMPUNG – Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) terkait mulai beroperasinya layanan transportasi publik cerdas Smart BRT Itera dengan rute Kampus ITERA–Mall Boemi Kedaton.

Rapat ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi awal operasional, tetapi juga membuka diskusi strategis mengenai masa depan sistem transportasi publik di Kota Bandar Lampung yang dinilai masih memerlukan pembenahan menyeluruh.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengapresiasi langkah inovatif ITERA dalam menghadirkan Smart BRT sebagai model transportasi berbasis teknologi.

Menurutnya, kehadiran Smart BRT bukan sekadar alternatif moda transportasi, melainkan sinyal perubahan menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.

“Ini adalah sebuah prototipe dengan teknologi yang ada. Masyarakat yang tadinya terbiasa membayar secara tunai, kini mulai diarahkan ke sistem non-tunai. Secara perlahan, ini akan membentuk kebiasaan baru,” ujarnya usai RDP, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai inovasi ini berpotensi mengubah pola mobilitas masyarakat yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi. Perubahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi transportasi di perkotaan.

Meski demikian, Komisi III DPRD menegaskan bahwa tanggung jawab utama dalam pengembangan transportasi publik tetap berada di tangan pemerintah daerah. Kehadiran Smart BRT ITERA dipandang sebagai proyek percontohan (pilot project) yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan transportasi ke depan.

“Kami tentu mengapresiasi apa yang telah dilakukan ITERA. Namun pada prinsipnya, penyediaan transportasi publik adalah tanggung jawab pemerintah. Prototipe ini sangat baik untuk menciptakan sistem transportasi berkelanjutan di Bandar Lampung,” tegasnya. (Y)

Komisi III DPRD Bandar Lampung Bahas Smart BRT ITERA, Dorong Transportasi Publik Modern

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas