Wah… Untuk Biaya Operasional, Nakes Pustu Pulau Legundi Terpaksa Patungan

Jadi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di Pulau Legundi merupakan satu-satunya harapan masyarakat desa Pulau Legundi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, mengingat jarak tempuh jika ingin berobat ke Puskesmas atau Dokter praktek dan Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di kota Kabupaten maupun Provinsi memerlukan waktu yang tidak sebentar ditambah lagi transportasi yang kurang lancar alias tidak setiap hari ada.

[su_note note_color=”#e9e9e9″ text_color=”#000000″]Baca Juga: Komnas PA Bandar Lampung Terima 7 Laporan Proses PPDB Bandar Lampung 2021[/su_note]

Dilain pihak awak media menanyakan tentang biaya operasional Pustu kepada Kepala Unit Pelaksana Tehnis (KUPT) Puskesmas Punduh Pidada dr. Hendra melalui WhatsApp, dia menjawab, “Tidak ada”.

Tampak Kondisi Bangunan Pustu. [Pin]

Selain itu, Pustu pulau Legundi pasca musibah tsunami beberapa tahun lalu, baik bangunan maupun fasilitas yang lain sudah tidak layak lagi untuk dihuni dan digunakan.

[su_note note_color=”#e9e9e9″ text_color=”#000000″]Baca Juga: Ini Antisipasi Kemen Koorbid Perekonomian RI Atas Lonjakan Kasus Covid-19[/su_note]

“Bangunan dan fasilitas lainnya seperti tempat tidur Nakes, MCK dan lain-lain sudah tidak layak lagi untuk digunakan, sehingga kami harus menumpang di rumah warga,” pungkas A. | Pin

[su_box title=”Lihat Juga:” box_color=”#dee6e6″ title_color=”#070606″][su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ tax_term=”1652″ order=”desc”][/su_box]
Wah… Untuk Biaya Operasional, Nakes Pustu Pulau Legundi Terpaksa Patungan

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas