JAMBI – SATUKOMANDO.COM Aliansi yang terdiri dari aktivis anti-korupsi, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil (LSM), dan wartawan di Jambi kerap menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Tuntutan utama dari aksi-aksi ini selalu konsisten: mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi dan jajarannya untuk bekerja secara serius, profesional, dan transparan dalam mengungkap serta menuntaskan berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Provinsi Jambi.
Kasus-kasus Prioritas: Para aktifis secara spesifik menyoroti sejumlah kasus dugaan korupsi yang dianggap mangkrak atau penanganannya berjalan lambat.
mencakup dugaan penyelewengan dalam proyek infrastruktur besar (seperti proyek pembangunan Islamic Center, sport center, stadion bola kaki dipijoan, Pembangunan irigasi diteluk dawan kabupaten tanjabtim serta yang paling menjadi perhatian khusus,
Dana CSR petro china.sebesar Rp.47 milyar. Ditemukan nya RP .19 milyar yang mengalir tanpa adanya pertangung jawaban,
Pemberian dana hibah. Dari propinsi jambi ke lembaga adiyaksa Hingga Ratusan milyar.jika di hitung nilai aset dan dana , Sangat miris dan prihatin karena sangat memungkin melemahkan semangat penegakan hukum khususnya dipropinsi jambi
para aktifis juga mempertanyakan kenirja APH (Aparat Penegak Hukum bahwa Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kejati Jambi dan Polda Jambi, dianggap “tidur” atau tidak proaktif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan temuan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Para aktivis menantang agar APH segera meningkatkan status penyelidikan (lidik) ke penyidikan (sidik) dan menetapkan tersangka dalam kasus-kasus yang alat buktinya dianggap sudah cukup kuat jangan sampai di jadikan lahan2 pundi Rejeki.
Aliansi aktifis dan wartawan menuntut adanya keterbukaan informasi (transparansi) dari Kejati Jambi terkait perkembangan penanganan kasus korupsi. Mereka khawatir adanya intervensi politik atau kedekatan dengan pihak yang diduga terlibat, yang dapat menghambat proses hukum.
Peringatan Hari Anti Korupsi memuncak pada momen-momen penting seperti Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) setiap tanggal 9 Desember, sebagai bentuk peringatan dan desakan keras kepada pemerintah daerah dan penegak hukum.
gerakan ini hadir dikarenakan kepedulian masyarakat Jambi, yang diwakili oleh aktivis dan media, terhadap bahaya laten korupsi yang merusak sendi-sendi pembangunan dan menyebabkan kerugian negara serta ketimpangan sosial.
Mereka menegaskan bahwa korupsi adalah kejahatan pada manusia. juga kejahatan yang sangat luar biasa yang harus ditangani dengan upaya luar biasa dan orang 2 yang memang memiliki integritas. cinta bangsa dan negara .ujar Attan salah satu koralp. (Syaiful Iskandar)
