
SatuKomando.Merangin.Com – Kabupaten Merangin kembali diguncang isu miring terkait dugaan permainan dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kali ini, sebuah rekaman percakapan yang diduga melibatkan mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Merangin dengan seseorang bernama Mak Lokot ( amsyah Hasibuan ) muncul ke publik.
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara yang diduga mantan Kepala BKD dan seorang bernama amsyah Hasibuan alias MAK LOKOT.dan dalam percakapan itu,Mak lokot terang terangan mengatakan ke mantan kepala BKD aku akan ngomong langsung ke Al Haris tu “Woi Haris, pokoknyo untuk PNS, PPPK ini aku nak jatah paling sedikit 10 orang, 10 kali 200 kan 2 M jugo tu duitnyo biak tebalik hutang aku.” Pernyataan ini memicu kegemparan karena memberikan indikasi adanya praktik suap dalam proses penerimaan PPPK, dengan nominal uang yang disebutkan mencapai Rp2 miliar.
Pernyataan dalam rekaman itu pun memunculkan pertanyaan besar mengenai integritas dan transparansi dalam proses seleksi PPPK di Kabupaten Merangin. Dugaan tersebut membuat publik mendesak agar ada penyelidikan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Dalam hal ini,yg lebih menjadi pertanyaan adalah,ada apa sebenarnya hubungan seorang MAK LOKOT berani berbicara seperti itu terhadap Al Haris,yang pada saat itu adalah seorang bupati Merangin..
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa proses penerimaan ASN, termasuk PPPK, harus dilakukan dengan prinsip transparansi, objektivitas, dan bebas dari praktik kotor. Jika dugaan ini terbukti benar, maka sanksi hukum yang tegas diharapkan dapat diberikan kepada oknum yang terlibat demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan. (DA)..bersambung…
