Tim Gabungan Bergerak Tangani Hotspot di Pauh, 5,5 Hektare Lahan Terbakar

 

 

 

Sarolangun, Satukomando-com 20 September 2026 — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Menindaklanjuti informasi titik panas (hotspot) dari BMKG, personel Koramil 420-03/Pauh bersama masyarakat dan PT KDA bergerak melakukan pengecekan serta penanganan di sejumlah titik pada Minggu (20/9/2026).

 

 

Pengecekan dilakukan di wilayah Desa Batu Ampar dan Desa Sungai Butang. Tim langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melakukan upaya pemadaman terhadap titik-titik api yang masih menyala.

 

Pengecekan dilakukan di wilayah Desa Batu Ampar dan Desa Sungai Butang. Tim langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melakukan upaya pemadaman terhadap titik-titik api yang masih menyala.

 

 

Dalam penanganan tersebut, personel TNI yang terlibat berjumlah dua orang, didukung lima orang masyarakat serta 35 personel PT KDA. Tim juga mengerahkan berbagai sarana pemadaman, mulai dari kendaraan roda dua, tangki semprot air milik penduduk, mesin pompa, selang, hingga armada pemadam kebakaran milik PT KDA.

 

 

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran, mesin pompa, empat nozzle, 60 selang buang dan empat selang hisap dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Peralatan manual berupa 10 pemukul api serta lima garuk cangkul turut digunakan untuk membantu penanganan di lapangan.

 

Selain itu, dukungan sarana lainnya juga meliputi satu unit pesawat untuk water bombing, truk, traktor/jonder dengan tangki air berkapasitas 3.000 liter, satu unit excavator PC 55 untuk pembuatan parit isolasi, kendaraan Hilux, serta sepeda motor personel.

Berdasarkan hasil pengecekan sementara, lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±5,5 hektare, dengan jenis lahan berupa mineral dan gambut. Area yang terbakar merupakan lahan milik PT KDA dan masyarakat.

 

 

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyasar titik-titik api yang masih menyala. Setelah proses pemadaman, tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali api.

 

Dalam pelaksanaan di lapangan, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan yang sulit dilalui dan kondisi semak belukar. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi hotspot juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

 

 

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dalam proses pendataan.

 

 

Selain penanganan api, personel juga melakukan dokumentasi, pengumpulan data di lokasi, koordinasi dengan pihak terkait, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

 

 

Sinergi antara TNI, masyarakat, perusahaan dan seluruh unsur terkait menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.(DA)

Tim Gabungan Bergerak Tangani Hotspot di Pauh, 5,5 Hektare Lahan Terbakar

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas