Solidaritas Sosial PMPB Bukan Kaleng – Kaleng Terbukti Berjalan 3 Tahun Banyak Membantu Masyarakat Tak Terduga 

SATUKOMANDO.com, Pandeglang​ – Kepedulian terhadap tanah kelahiran tidak luntur meski raga berada di perantauan. Hal inilah yang dibuktikan warga Kampung Pamatang Bulagor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Melalui wadah Persatuan Masyarakat Pamatang Bulagor (PMPB), para perantau ini berhasil membangun jaring pengaman sosial yang solid bagi warga di kampung halaman.

​Didirikan pada 6 Mei 2023 di Jakarta, PMPB lahir dari inisiatif para perantau dengan berbagai latar belakang profesi. Meski bermula dari perkumpulan kecil, semangat gotong royong yang diusung sangat luar biasa, terutama dalam urusan kemanusiaan dan sosial.

​Fokus utama PMPB saat ini adalah program Takziah Berjamaah. Melalui grup WhatsApp, pengurus akan membuka “Lis Takziah” setiap kali ada warga yang meninggal dunia. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan langsung untuk membantu meringankan beban keluarga yang berduka.

Sumbangan pertama 10 dus air minum dari Persatuan Masyarakat Pamatang Bulagor (PMPB)

​Keberhasilan PMPB tidak berhenti di situ. Beberapa aksi nyata yang pernah dilakukan antara lain:
• ​Bantuan Kesehatan: Berhasil menggalang dana sebesar Rp10 juta lebih hanya dalam waktu 3 hari untuk membantu warga yang menderita penyakit tumor.
• ​Pembangunan Infrastruktur Ibadah: Menyelesaikan pembayaran lelang tanah untuk pilar Masjid Al-Kautsar Kampung Pamatang secara cepat melalui aksi kesigapan anggota.

​Solidaritas yang dibangun PMPB mendapat apresiasi tinggi dari para anggotanya. Salah satu anggota PMPB yang berada di perantauan mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari keluarga besar ini.

​”Kami merasa tidak sendirian di tanah rantau. Dengan adanya PMPB, hubungan silaturahmi antar warga Pamatang jadi lebih erat. Bukan cuma soal nominal uang, tapi rasa persaudaraan saat melihat ‘Lis Takziah’ terisi penuh itu sangat menyentuh hati. Kami merasa tenang karena tahu ada saudara yang siap membantu jika ada musibah,” ujar salah satu anggota aktif.

​Anggota lain juga menambahkan bahwa transparansi dalam pengelolaan dana menjadi kunci kepercayaan mereka. “Kami sangat mendukung karena gerakannya nyata, mulai dari bantu orang sakit sampai urusan masjid di kampung. Ini benar-benar dari warga untuk warga.”

Muklis, selaku pendiri PMPB, tadi Senin 27/4/2026 menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang selama ini menjadi tulang punggung organisasi. Ia mengaku terharu melihat dedikasi para anggota yang bergerak cepat setiap kali ada kabar duka atau kesulitan warga.

​”Saya sangat mengapresiasi kinerja dan semangat rekan-rekan anggota. Mereka berjuang luar biasa tanpa mengharap imbalan atau gaji sepeser pun. Semua dijalankan murni dengan niat ibadah dan rasa cinta kepada sesama warga Pamatang Bulagor. Inilah yang membuat PMPB tetap tegak dan kuat hingga sekarang,” ungkap Muklis dengan nada bangga.

​”Selaku pendiri PMPB, menjelaskan bahwa perkumpulan ini mengedepankan asas keadilan tanpa memandang status sosial”, tambahnya.

​”Santunan dana takziah tersebut tidak tebang pilih, baik keluarga kurang mampu maupun kaya. Bahkan, bagi warga yang belum pernah mengisi lis sekalipun, jika ada musibah meninggal dunia, pengurus akan langsung bergerak,” ujar Muklis.

Logo PMPB

​Terkait aturan organisasi (ADRT), Muklis merincikan kriteria pemberian bantuan takziah agar tetap tertib:
1. ​Wajib: Jika warga meninggal, dimakamkan, dan diselenggarakan tahlilannya di Kampung Pamatang Bulagor.
2. Wajib: Jika warga Pamatang meninggal di luar daerah, namun dimakamkan dan ditahlilkan di Pamatang Bulagor.
3. ​Pengecualian: Jika warga Pamatang meninggal namun dimakamkan dan ditahlilkan di kampung orang lain, maka PMPB tidak diwajibkan membuka lis takziah.

​Memasuki usia perjalanan yang menginjak empat tahun, anggota PMPB terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat. Muklis berharap semangat persatuan ini terus terjaga dan mengajak kepada seluruh masyarakat asal Pamatang Bulagor dimana saja keberadaannya yang belum bergabung ke grup WhatsApp PMPB untuk segera masuk.

​”Intinya, masyarakat Pamatang Bulagor di bawah naungan PMPB harus tetap semangat dan terus bersatu. Mari ajak teman, saudara, dan kerabat lainnya untuk bergabung dalam grup WhatsApp PMPB.” tutupnya.

 

Pewarta: Mkl

Solidaritas Sosial PMPB Bukan Kaleng – Kaleng Terbukti Berjalan 3 Tahun Banyak Membantu Masyarakat Tak Terduga 

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas