SAROLANGUN Satukomando-com , 17 September 2026 ā Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus penanganan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi, Rabu (17/9/2026).
Informasi mengenai keberadaan hotspot tersebut bersumber dari BMKG. Tim kemudian bergerak menuju sejumlah titik yang tersebar di Kecamatan Pauh, Air Hitam, Mandiangin, dan Mandiangin Timur.
Di Kecamatan Pauh, pengecekan dilakukan di Desa Taman Bandung, Desa Seko Besar, Desa Pengedaran, Desa Karang Mendapo, dan Desa Lubuk Napal. Sementara di Kecamatan Air Hitam, titik yang ditangani berada di Desa Semurung, Desa Lubuk Jering, Desa Baru, dan Desa Jernih.
Pengecekan juga dilakukan di Desa Simpang Kertopati, Kecamatan Mandiangin. Adapun titik terbanyak berada di wilayah Kecamatan Mandiangin Timur, khususnya Desa Guruh Baru dan Sungai Butang.
Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat terdiri dari 14 personel TNI, 14 personel dari PT SMKEāPT BKS, serta 22 masyarakat, dengan total 50 orang.
Tim menggunakan sembilan unit kendaraan roda dua milik Babinsa. Untuk mendukung proses pemadaman, personel juga memanfaatkan tangki semprot air milik penduduk, satu unit alkon kecil, serta tiga gulung selang.
Dukungan sarana pemadam turut berasal dari PT SMKE dan PT BKS. PT SMKE menyiapkan satu unit mesin Waterax, satu selang hisap, tujuh gulung selang buang 1,5 inci, satu anozel, serta enam kendaraan roda dua.
Sementara PT BKS mengerahkan tiga unit mesin Waterax, tiga selang hisap, 45 gulung selang buang 1,5 inci, tiga anozel, enam kendaraan roda dua, dua kendaraan roda empat, serta tiga mesin Robin.
Sesampainya di lokasi, personel melakukan pengumpulan data dan dokumentasi, berkoordinasi dengan aparat terkait, serta berupaya memadamkan titik-titik api yang masih menyala. Setelah api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Dari hasil penanganan, api di sejumlah lokasi dilaporkan berhasil dipadamkan dan hanya menyisakan asap. Personel juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Tim menghadapi kendala berupa akses jalan yang sulit dilalui dan kondisi semak belukar. Selain itu, sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi hotspot turut menyulitkan proses pemadaman.
Berdasarkan laporan sementara, lahan yang terbakar mencapai sekitar 19,2 hektare. Lahan tersebut merupakan lahan mineral dan diketahui merupakan milik masyarakat.
Hingga laporan dibuat, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tim terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan penanganan kepada komando atas guna memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Penanganan cepat terhadap titik-titik panas tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas, terutama di tengah potensi kebakaran lahan yang dapat berkembang apabila tidak segera dilakukan pemadaman dan pendinginan.(DA)
