Rumah Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Kusairi (53 tahun) di Dusun Timur RT 01 RW 03, Desa Nyalabuh Daya, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Madura dilempar bom oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/2).
Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, bom yang menghancurkan sebagian rumah Kusairi itu adalah jenis bom ikan.
“Sudah kita identifikasi, bahan dasarnya adalah dari kalau nggak salah dari bom ikan bondet,” ujar Imam kepada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (20/2).
Imam menyampaikan, Polda Jatim bersama dengan Polres Pamekasan tengah memburu pelaku pelemparan bom tersebut.
Selain itu, pihaknya juga masih mendalami motif dari teror bom yang menimpa rumah Kusairi tersebut.
“Mudah-mudahan motif sama pelaku sedang didalami oleh tim dalam waktu tidak terlalu lama mudah-mudahan bisa kita ungkap, doakan saja,” ungkapnya.
“Kita belum tahu motifnya kita tidak usah berandai-andai, biarkan tim bekerja dulu,” tambahnya.
Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.
“Sementara ada beberapa di lapangan yang sudah dimintai keterangan tapi belum mengarah, biarkan tim penyelidik backup polda dan Polres Pamekasan bekerja, kita tunggu saja,” ucap dia.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pelemparan bom itu.
“Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa kerusakan material rumah yang ditaruh di depannya itu,” tandasnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di rumah seorang Ketua KPPS di Dusun Timur RT 01 RW 03, Desa Nyalabuh Daya, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Madura.
Rumah milik Kusairi (53 tahun) yang juga berstatus sebagai guru itu dilempari bom ikan atau bondet oleh orang tak dikenal (OTK) pada Senin (19/2).
“Benar telah terjadi ledakan di rumah Kusairi,” ujar Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto yang dilansir dari kumparan, Selasa (20/2).
Sugiarto mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian ini bermula saat Kusairi sedang tidur dan mendengar suara piring jatuh.
Ia pun terbangun dan keluar membuka pintu depan menuju halaman rumahnya sebelah timur.
“Setelah itu keluar ke halaman rumah sebelah timur sudah melihat warga yang berdatangan dan menanyakan bunyi ledakan tersebut,” jelasnya.
Akan tetapi, Kusairi belum tahu pasti di mana ledakan itu terjadi. Setelah itu, salah seorang warga menunjukkan ada ledakan di rumah belakangnya.
“Kusairi bergegas ke belakang ternyata rumahnya sudah berantakan dan saat itu lampu rumah tersebut padam karena di sebabkan ledakan tersebut dan berdampak kerusakan-kerusakan di antaranya atap rumah, kaca jendela, lemari, dan barang lainnya,” terangnya.
