Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Nixon Napitupulu, menyinggung program milik Capres Nomor 2 Prabowo Subianto mengenai pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat yang belum mempunyai rumah.
“Kita lihat dari visi-misinya saja, kan beliau menang. Presidennya sudah kelihatan the next 5 years seperti apa,” ujar Nixon saat ditemui usai konferensi pers peluncuran logo baru BTN di Indonesia Arena GBK Jakarta, Minggu (3/3).
BTN saat ini sedang mengkaji program pembiayaan rumah selama lima tahun ke depan. Ada kemungkinan pembayaran melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan diubah. Untuk daerah pedesaan, pembiayaan perumahan dapat menggunakan opsi lain dibandingkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Kalau kita pelajari visi misi jelas di situ sudah membangun 3 juta rumah, tapi memang disebutin di situ ada pedesaan, ada pesisir, ada perkotaan atau urban,” tuturnya.
“Kalau melihat pengalaman selama ini, yang dibangun pakai subsidi adalah daerah urban. Daerah pedesaan pola bantuan seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau renovasi rumah. Pola enggak harus KPR, enggak harus berutang,” sambung Nixon.
Karena itu, pembiayaan perumahan di pedesaan sedang dikaji, mengingat KPR tidak bisa menjadi opsi pembayaran rumah bagi masyarakat masuk di desil 1 dan 2. Sebab, perbandingan antara jumlah utang dan penghasilan atau DSR (debt service ratio) terlalu besar.
“Kalau desil 1 desil 2, kalau pakai KPR berat karena service ratio engga masuk. Angsuran lebih dari 50 persen, berat pakai KPR,” tambahnya.
Dalam debat capres di JCC pada Minggu (4/2) malam, Prabowo berjanji akan membangun 3 juta rumah bagi masyarakat yang belum mempunyai rumah apabila pasangan nomor urut 02 memenangkan kontestasi Pilpres 2024.
“Kita juga akan membangun 3 juta rumah untuk mereka yang belum punya rumah, 1 juta di pedesaan, 1 juta di pesisir, 1 juta di perkotaan,” kata Prabowo.
