Unik! Evaluator UNESCO Terpikat Gelang Sebalik Sumpah hingga Coba Menggendong Ambung di Merangin

 

 

BANGKO Satukomando-com – Ada momen menarik saat dua evaluator UNESCO Global Geopark berkunjung ke Co-Working Space BP Geopark Merangin-Jambi pada Rabu (12/8).

 

Di tengah agenda penilaian, Prof. Dr. Yongmun Jeon (Jeju Island UNESCO Global Geopark, Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee (Monts D’Ardèche UNESCO Global Geopark, Prancis) justru dibuat terpikat oleh ragam kerajinan tangan khas Kabupaten Merangin.

 

Dalam kunjungan tersebut, Badan Pengelola (BP) Geopark Merangin-Jambi menampilkan jajaran produk ekonomi kreatif lokal. Mulai dari olahan rotan, anyaman bambu, aneka motif batik khas, perhiasan etnik, hingga buku cerita edukatif bergambar yang menjadi kurikulum muatan lokal di sekolah dasar kawasan Geopark.

 

Dari sekian banyak produk budaya yang dipamerkan, perhatian Mr. Nicolas Klee tertuju pada sebuah aksesori unik, Gelang Sebalik Sumpah. Rasa penasaran membuat asesor asal Prancis tersebut meminta tim BP Geopark menjelaskan latar sejarah dan makna filosofis di balik nama unik gelang tersebut.

 

Pihak BP Geopark menjelaskan bahwa Gelang Sebalik Sumpah merupakan perhiasan tradisional khas Suku Anak Dalam (Orang Rimba) dari kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas.

 

Gelang ini dirangkai menggunakan biji dari pohon langka bernama Sebalik Sumpah. Secara turun-temurun, masyarakat adat memercayai gelang ini sebagai penangkal bala serta pelindung dari niat dan ucapan buruk.

 

Tak kalah menarik, aksi spontan juga ditunjukkan oleh Prof. Dr. Yongmun Jeon (Mr. Jeon). Asesor asal Korea Selatan ini tampak semringah saat mencoba menggendong Ambung—keranjang rotan tradisional yang ditopang menggunakan tali di dahi atau kepala.

 

Sambil menyandarkan tali ambung di kepalanya, Mr. Jeon menyebut kerajinan rotan tersebut mengingatkannya pada wadah tradisional di negara asalnya.

 

“Di Korea Selatan, wadah seperti ini disebut baguni. Namun karena di sini terbuat dari bahan rotan, maka bisa dinamakan rattan baguni,” ujarnya sebagaimana diterjemahkan oleh Lukman dari Balai Bahasa Jambi.

 

Apresiasi dari kedua evaluator internasional ini mempertegas bahwa keberadaan Geopark Merangin-Jambi tidak hanya kaya akan warisan geologi (geodiversity), tetapi juga memiliki nilai kebudayaan (culturdiversity) dan kearifan lokal yang kuat untuk terus dilestarikan.(DA)

Unik! Evaluator UNESCO Terpikat Gelang Sebalik Sumpah hingga Coba Menggendong Ambung di Merangin

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas