Tempino – Satukomando.com Dini hari yang seharusnya sunyi berubah mencekam. Selasa (24/02/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah truk Fuso Hino bernopol BG 8639 ZQ bermuatan batu bara terbalik di depan SPBU Tempino, KM 27, tepat di wilayah RT 10, Tempino.
Dentuman keras membangunkan warga. Debu hitam mengepul, batu bara berserakan, dan satu unit rumah warga ikut menjadi korban. Ini bukan sekadar kecelakaan tunggal. Ini adalah alarm keras yang kembali berbunyiātentang bahaya laten angkutan tambang di jalan umum.
Menurut keterangan saksi di lokasi, truk tersebut kehilangan kendali saat menanjak. Kendaraan tiba-tiba mundur, tak kuat menahan beban, lalu terjungkal. Dugaan kuat mengarah pada praktik kelebihan muatan (overload). Beban berlebih yang dipaksakan bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mempertaruhkan nyawa warga.
Jika benar armada tersebut terafiliasi dengan PT Surya Global Makmur (PT SGM) sebagaimana tercantum dalam dokumen Delivery Order (DO) yang ditemukan, maka pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada sopir semata. Perusahaan harus berdiri di garis depan, bukan bersembunyi di balik alasan teknis.
Warga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menertibkan truk-truk tambang yang kerap diduga melebihi tonase. Jalan umum seolah berubah menjadi lintasan bebas armada raksasa tanpa kendali. Sampai kapan keselamatan publik dikorbankan demi mengejar target distribusi?
Suara warga pun lantang:
āKami tidak butuh sekadar garis polisi. Kami butuh ketegasan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah.ā
Peristiwa ini menjadi ujian nyata bagi aparat wilayah, khususnya Kapolsek Tempino. Penanganan harus transparan, tegas, dan menyentuh akar persoalanābukan sekadar formalitas pengamanan lokasi.
Tuntutan Masyarakat:
Penegakan hukum tanpa kompromi terhadap sopir dan pihak perusahaan sesuai UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ganti rugi penuh atas kerusakan rumah warga, tanpa negosiasi yang merugikan korban.
Pengawasan ketat tonase dan pemeriksaan rutin di titik rawan agar praktik overload tidak lagi dianggap hal biasa.
Jalan raya adalah ruang hidup masyarakat. Jika regulasi terus dilonggarkan oleh kepentingan modal, maka jangan heran jika kepercayaan publik ikut terguling bersama truk-truk batu bara yang tak terkendali.
