Seringat Satukomando.com , 5 November 2025 – Aktivitas penambangan ilegal kembali memakan korban jiwa di wilayah Mudik Aik Batang Seringat. Insiden mengenaskan ini terjadi sekitar senja menjelang Magrib pada Selasa (4 November 2025) sore. Aktivitas penambangan ilegal ini diduga didalangi oleh oknum berinisial BB dan seorang pemodal berinisial ID, yang diketahui sebagai warga Sungai Pinang.
Aktivitas penambangan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa excavator yang dilengkapi dengan breaker dan bucket. Penggunaan alat berat ini memperparah dampak kerusakan lingkungan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
Jasad kedua korban baru bisa dievakuasi pada Rabu (5 November 2025) pagi ini, karena lokasi tambang yang berada jauh dari desa. Korban meninggal dunia diketahui berasal dari dua wilayah berbeda, yaitu satu warga Benteng dan satu warga Durian Lecah.
Aparat kepolisian setempat telah turun tangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait kejadian ini. Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku penambangan ilegal yang telah merenggut nyawa dan menyebabkan kerusakan lingkungan.
Masyarakat sekitar berharap agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan dan menindak tegas para pelaku penambangan ilegal. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Aik Batang Seringat.(DA)
