Para Pedagang Pasar Kota Jambi : Mengeluh

KOTA JAMBI – SATUKOMANDO.COM Pasar kota Jambi adalah pusat ekonomi masyarakat Jambi, semua kebutuhan masyarakat DiProvinsi maupun masyarakat provinsi Jambi, semua ada dipasar kota Jambi, seperti sandang dan lain-lain. Ada di pasar tertua DiProvinsi Jambi, sekarang ini. Masuk masuk pasar, tidak dikena retribusi masuk pasar dan parkir alias dibebas biaya dari pemerintah kota Jambi, namun saat ini. Sayangnya, belum ada juga. Tanda-tanda menunjukan jual beli ramai. Seperti dahulu

Sukur (65 tahun). Pedagang dikawasan sungai asam, dulu disebut masyarakat pasar rombeng. Mengatakan, sudah empat tahun ini. Sangat – sangat sepih sekali, jual beli. Waktu media ini menanyakan berapa jual beli setiap hari (06/01/26). Sukur, mengatakan. Hanya 400 ribu (empat ratus ribu rupiah, red). Ya, jika untung 10%. Artinya, hanya , untung 40 ribu (empat puluh ribu rupiah, red) perhari. Kata sukur, untung saja, ruko ini milik sendiri. Jika nyewa, gulung tikar. Ini saja setiap hari modal mulai tergerus. Ungkap sukur, pedang karung dan tali plastik. Dengan nada sedih

Juga dikatakan. Mansyur, pedagang pakaian dilos didekat dengan. Ek gedung istana anak-anak, mengatakan. Beberapa tahun ini, berdagang disini. Hidup segan mati tak mau, kata Mansyur. Sambil menunjuk dagangan orang lain, teman-temannys. Mansyur mengharap kepada pemerintah provinsi jambi maupun pemerintah kota jambi dan instansi terkait untuk meninjau kepasar untuk mengontrol keadaan kami berdagang, kata Mansyur dengan nada mengharap

Ditempah terpisah, Arpani Aktivis Praya Indonesia. Mengenai hal diatas, memintak pemerintah kota jambi dan instansi terkait untuk meninjau keluhan para pedagang pasar kota Jambi. Harus dicarikan jalan selusinya, agar pasar kota Jambi. Ramai seperti dulu. Pasar kota Jambi aikon kota Jambi, kata. Arpani

(Syaiful iskandar)

Para Pedagang Pasar Kota Jambi : Mengeluh

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas