SATUKOMANDO.COM – Warga Lampung Timur khususnya warga desa Tambah Dadi akhir-akhir ini dibuat resah oleh kehadiran gajah liar yang setiap malam merangsek ke perkebunan bahkan sampai pemukiman warga, diduga gajah-gajah tersebut berasal dari Taman Nasional Way Kambas.
Menurut keterangan warga, terjadinya gajah yang merangsek ke perkebunan sangat meresahkan dan merugikan petani, bahkan mengancam keselamatan jiwa bukan kali ini saja terjadi, namun sampai saat ini belum ada penanganan serius dari dinas terkait untuk menanggulangi agar gajah-gajah tersebut tidak lagi berkeliaran sampai ke perkebunan warga.
[sc name=”klikjuga” ][/sc]
Berkeliarannya gajah-gajah yang diduga dari Taman Nasional Way Kambas tersebut memaksa warga untuk selalu bersiaga setiap malam di perkebunan dengan membekali diri dengan petasan untuk mengusir kawanan gajah tersebut.
Kekhawatiran masyarakat diperkuat dengan telah terjadinya insiden meninggalnya Yarkoni (45) warga Desa Tambah Dadi pada 11 November lalu karena di serang oleh gajah liar tersebut, yang menyisakan rasa pilu keluarga, istri dan kedua anak almarhum.
Prayitno selaku Kepala Desa Tambah Dadi sangat menyesalkan kejadian ini karena dampak dari ini semua sampai menelan korban warganya. Prayitno juga mengatakan saat di wawancara oleh media, “Kami sangat berharap kepada dinas terkait agar segera dapat mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan ini semua agar tidak terus menerus adanya keresahan pada masyarakat kami,” tuturnya.
[sc name=”klikjuga” ][/sc]
Ditempat yang sama, Joko selaku warga juga mengatakan, kami betul-betul resah pak dengan ini smua, bagaimana tidak bukan hanya kerugian tanaman saja yang baru kami tanam, tanaman kami yang sudah siap di panen pun habis di rusak oleh gajah-gajah liar ini, bahkan keselamatan jiwa kami pun terancam,” jelasnya.
Sucipto, warga Desa Tambah Dadi, RT. 16 juga menuturkan keresahannya kepada awak media tentang adanya gajah liar yang merusak tanaman petani termasuk miliknya.
Ditempat yang berbeda, Kamis, 22/12/2022, Sukatmoko selaku Humas Balai Taman Nasional Way Kambas mengatakan saat di konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp oleh awak Media terkait korban jiwa yang terjadi dalam hal ini pihak Taman Nasional Way Kambas sudah melakukan kunjungan guna bersilaturahmi kepada keluarga korban.
[sc name=”klikjuga” ][/sc]
Sukatmoko juga mengatakan, “Upaya telah dilakukan dan terus dilakukan oleh pihak Taman Nasional Way Kambas beserta masyarakat dan beberapa mitra yang dibentuk oleh pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur guna mencegah terulangnya kembali hal serupa, karena dalam hal penangulangan satwa liar ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, Taman Nasional Way Kambas ataupun masyarakat,” ujarnya.
“Terkait tanggul pembatas yang saat ini terus berlangsung mudah-mudahan di tahun berikutnya dapat sampai ke Desa Tambah Dadi dan Desa Muara Jaya,” Pungkas Sukatmoko. (Asep)
