Wisatawan Korea Antusias, Danau Sipin Bisa Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Andalan Kota Jambi

Wisatawan Korea Antusias, Danau Sipin Bisa Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Andalan Kota Jambi

Jambi, Satukomando.com – Melihat keindahan alami Danau Sipin, Prof. Kim salah seorang wisatawan asal Korea berkeyakinan jika kedepannya tempat wisata “Danau Sipin” ini akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan bagi Kota Jambi apabila benar-benar di kelola dengan lebih baik dan benar.

Danau Sipin yang di masa dahulunya hanyalah sebagai tempat usaha keramba ikan dari masyarakat yang berada sekitar danau tersebut, sekarang sudah berganti muka menjadi tempat wisata dan itu bisa terlihat dari adanya berdiri warung-warung sederhana di sepanjang tepian danau.

Jhon warga danau sipin yang menjadi guide, menguraikan pengalamannya selama mendampingi Prof. Johanes seorang peneliti danau sipin dan Prof. Kim. “Saya diminta untuk membawa mereka menyusuri danau sipin dengan mengunakan 1 buah speed boat yang saya kemudikan sendiri. Dan bertolak dari rest area danau sipin kami memulai perjalanan ke ilir arah Pulau Pandan, lalu memutar balik ke hulu melewati belakang area kuburan cina-Kelenteng Lengkeng dan lanjut ke arah danau teluk kenali melewati sungai buluran yang merupakan hulunya/sumber air dari danau sipin itu sendiri”, tutur Jhon.

Selama perjalanan berkeliling, sambil mengemudikan speedboat, Jhon yang juga adalah seorang quid wisata ini selalu lugas menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh wisatawan dari korea tersebut. Kepada Prof. Kim sang quid juga menceritakan tentang seluk beluk serta awal cerita/riwayat terjadinya danau sipin. Tentang ukuran panjang, lebar, dan kedalaman dari danau sipin serta kondisi danau Sipin di kala air surut dan banjir pun tak luput dari penjelasan sang quid kepada tamunya.

Selain berkeliling melihat objek-objek wisata yang ada, Jhon juga membawa mereka untuk melihat jaring penghadang sampah yang terpasang di setiap anak sungai yang langsung di nilai oleh Prof. Johanes dan Prof. Kim jija pemasangan jaring tersebut kurang efisien, terutama sekali jaring penghadang sampah yang terpasang di wilayah sungai kambang dan wilayah buluran yang merupakan salah satu daerah pengirim sampah terbesar ke danau Sipin. Apalagi jaring yang terpasang di sungai kambang terlihat sudah tidak berfungsi lagi, demikian juga jaring sampah yang ada di muara buluran sehingga menyebabkan sampah bebas turun tanpa hambatan ke danau sipin .

Sepanjang perjalanan sang Quid yang juga adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Danau Sipin terus bercerita kepada Prof. Johanes dan Prof. Kim tentang rencana kelompoknya ke depan. Tak luput Jhon juga mengungkapkan keinginannya kepada Prof. Kim, “saya sangat memimpikan dan berharap di danau sipin ini kedepannya bisa dibangun air mancur berhias gemerlapnya lampu yang bisa bercerita, seperti air mancur yang pernah saya lihat di sentosa Singapore”, ungkapnya.

Jhon yang basic awalnya adalah seorang pelaut yang telah melanglang buana keliling Asia ini, bertekad mengaplikasikan seluruh pengalamannya untuk memajukan wisata danau Sipin. “Namun tekad saya ini tidak mendapat dukungan baik itu dari pemerintah Provinsi ataupun Kota Jambi. Hingga semua upaya yang telah dijalankannya harus terhenti di tengah jalan. Jangankan untuk membangun Danau Sipin dengan baik, untuk membangun Pulau Kembang saja saya sudah tak mampu lagi”, ungkapnya sedih.

Lanjutnya, “saya tau jika ingin membangun “Danau Sipin” ini tentulah membutuhkan dana yang tidak sedikit dan itu harus ada campur tangan dari pemerintah Provinsi ataupun pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisatanya demi untuk mendapatkan kucuran dana dari APBD ataupun APBN”.

Dengan kedatangan wisatawan Korea ke danau Sipin menjadi angin segar tersendiri bagi sang Ketua POKDARWIS yang hampir ‘patah arang’ ini. Tekad dan semangatnya untuk membangun danau sipin yang nota bene adalah tanah kelahirannya ini yang tadinya sudah berkurang menjadi tumbuh kembali.

“Di awali dengan membangun wisata pesona Tanjung Belimbing selanjutnya saya membangun wisata Pulau Kembang hingga terakhir wisata Danau Sipin ini dan itu semua saya lalui dengan penuh lika-liku. Namun karena di dorong oleh tekad yang sudah tertanam di hati, semua itu bisa saya lalui hingga akhirnya niat saya tercapai walau dengan segala kekurangannya yang masih terlihat di sana-sini”, urai Jhon menceritakan suka dukanya saat berjuang dalam upayanya menjadikan “Danau Sipin” ini sebagai tempat wisata.

Di lain sisi, Profesor Kim juga sangat menyayangkan jika Danau Sipin yang se indah ini tidak di kelola dengan baik. Apalagi saat berkeliling menggunakan Speedboat, secara tidak disengaja dia telah melihat langsung banyaknya sampah yang bertebaran di sana sini. Sang Profesor sangat berharap kepada pemerintah Provinsi ataupun Kota Jambi jika ingin membuat Danau Sipin ini lebih baik dan indah lagi kedepannya, agar bisa berupaya menarik para investor baik lokal maupun asing. Selain itu mereka juga harus bisa menggandeng aktivis lingkungan serta masyarakat sekitar danau untuk bersama-sama berupaya menciptakan danau Sipin sebagai tempat wisata dengan airnya yang bersih dengan suasana nan asri pula. Sehingga kedepannya tempat wisata “Danau Sipin” ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan bagi Kota Jambi.

Di akhir cerita nya Jhon kembali berharap, “semoga pemerintah Provinsi dan Kota Jambi dalam hal ini Gubernur dan Wali Kota mau berkolaborasi dalam membangun wisata “Danau Sipin” yang merupakan aset tidak ternilai ini”, pungkas Jhon penuh harap. (Bintaria)

Wisatawan Korea Antusias, Danau Sipin Bisa Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Andalan Kota Jambi

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas