Jambi – Satukomando.com 3 Mei 2026 Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi memberikan klarifikasi atas pemberitaan terkait dugaan adanya narapidana yang mengendalikan peredaran narkotika lintas daerah, sebagaimana yang telah diungkap pelaku pengedar narkotika yang ditangkap oleh jajaran Satresnarkoba Polres Kerinci.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Lapas Kelas IIA Jambi, Riko Hamdan, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian guna menindaklanjuti informasi tersebut. Namun demikian, ia menyebut dugaan keterlibatan narapidana dari dalam lapas masih belum dapat dipastikan secara jelas.
“Koordinasi sudah kami lakukan dengan pihak kepolisian, khususnya Polres Kerinci terkait penangkapan tersebut. Akan tetapi, informasi mengenai adanya pengendali dari dalam Lapas Jambi masih bersifat samar, hanya berupa inisial tanpa identitas yang jelas,” ujar Riko, Minggu (03/05/2026).
Riko menjelaskan, pihak Lapas tidak tinggal diam dan segera melakukan penelusuran serta penyelidikan internal secara intensif guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Menurutnya, keberadaan alat komunikasi seperti telepon genggam di dalam lapas merupakan pelanggaran serius yang terus diantisipasi melalui pengawasan ketat.
“Kami secara berkala melakukan razia internal, bahkan melibatkan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada barang terlarang, termasuk handphone, yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi ilegal,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak Lapas Kelas IIA Jambi menyatakan komitmennya untuk bersikap terbuka dan kooperatif dalam mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Riko memastikan pihaknya siap berkolaborasi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan Badan Narkotika Nasional, dalam upaya memberantas peredaran narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh aparat, baik dari kepolisian maupun BNN, untuk mengungkap jaringan ini secara terang dan menyeluruh,” pungkasnya.
Sebelumnya, jajaran Satresnarkoba Polres Kerinci berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial R-A (29) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh barang dari seseorang yang disebut-sebut merupakan narapidana di Lapas Kelas IIA Jambi.
Namun, hingga kini identitas yang dimaksud belum dapat diverifikasi secara pasti oleh pihak berwenang.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan tersangka guna memastikan keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas.
Sementara itu, pihak Lapas menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan internal sebagai langkah preventif sekaligus mendukung penegakan hukum secara profesional dan proporsional.
