SATUKOMANDO.COM – Perusahaan penyedia jasa peminjaman uang di Kota Bandar Lampung memang banyak di perbincangkan, Khususnya di kalangan para ibu rumah tangga, bahkan tak asing terdengar di telinga warga kota tapis berseri.
Perusahaan jasa peminjaman uang sebenarnya dapat membantu perekonomian para nasabah yang mempergunakan pinjaman untuk tujuan menambah modal sesuai dengan bidang usahanya, terutama bagi para nasabah yang mempunyai bidang usaha kecil menengah.
Namun, ditengah marak beredarnya tentang jasa peminjaman uang, masyarakat di kejutkan insiden hilangnya handphone milik warga Sukamandi, RT. 13, Lingkungan II, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, dimana insiden tersebut diduga dilakukan oleh oknum petugas jasa penagih salah satu perusahaan peminjaman uang yang diketahui warga dengan nama Bank Amaan.
Saat awak media melakukan investigasi untuk menggali informasi perihal kejadian tersebut, Selasa,28/03/2023, Pardi Setiawan selaku korban menuturkan kronologi hilangnya handphone merek Oppo A37 miliknya.
“Sewaktu saya pulang dari ngambil rumput (ramban), Senin 17/03/2023, saya menjumpai dua oknum wanita sudah berada di rumah saya sekitar jam 5.30 menjelang magrib, lalu saya meminta mereka untuk tunggu di luar rumah karna saya masih repot baru pulang merumput. Kemudian setelah saya beres dan kembali ke rumah, dua orang ini sudah gak ada, dan saya liat handphone yang sedang di cas di kamar sudah gak ada, saya tanya ke anak, gak tau, saya langsung kepikiran dua orang tadi, kemudian saya kejar tapi gak terkejar lagi.” kisahnya.
Masih kata Pardi, “Kemudian saya telpon salah satu dari kedua orang tadi yang bernama DS, karena yang satunya saya gak tau namanya, awalnya berkelit dan gak mau ngaku walaupun pada akhirnya DS mengakui bahwa handphone tersebut dia yang ambil dan diberikan pada rekannya, dengan dalih untuk jaminan, karena Tia (istri dari Pardi Setiawan) mempunyai Angsuran,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Tia Menerangkan, “Memang saya punya angsuran ke Bank Amaan, tapi jatuh tempo pada bulan ini, dan juga belum sampai dan saya gak ada tunggakan angsuran,” ucapnya.
Atas kejadian ini, Pardi sudah melaporkan ke Ketua RT dan Babinkamtibmas setempat untuk bisa menengahi persoalan yang menimpanya.
Dan sampai berita ini di terbitkan, Pardi Setiawan masih menunggu etikat baik dari DS dan rekannya.
Sementara dilain pihak, DS saat akan dimintai konfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsAppnya menaggapi singkat, “Riwayatnya gak seperti itu pak, saya gak bisa berkomentar banyak soal ini, nanti ada dari pihak perusahaan yang urus,” kata DS dengan tergesa dan mematikan sambungan telepon.
Dengan kejadian ini, Pardi selaku korban berharap adanya etikat baik dari DS dan rekannya, agar persoalan ini dapat di selesaikan dengan baik. (Red)
