Merangin Satukomando-com ,Pemerintah Kabupaten Merangin mengumumkan akan menyediakan 137 unit tenda lapak untuk para pedagang di kawasan Ujung Jalur Desa Sungai Ulak, Kota Bangko. Keterangan tersebut datang langsung dari Kepala Dinas terkait, dengan nilai per unit tenda mencapai sekitar +- 6,550,000 rupiah – menjadikan total nilai proyek jika seluruhnya terpasang mencapai +- 897 juta rupiah.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat berbeda. Hanya 25 unit tenda yang berhasil terpasang dan siap digunakan oleh pedagang. Sisa sebanyak 112 unit tenda hingga saat ini belum terlihat ditempatkan di lokasi yang direncanakan, bahkan tidak ada informasi resmi mengenai keberadaan maupun lokasi penyimpanan tenda tersebut.
Kondisi ini mengundang berbagai dugaan di kalangan masyarakat dan para pedagang yang seharusnya menjadi penerima manfaat. Salah satu dugaan yang paling mengkhawatirkan adalah kemungkinan proyek fiktif, di mana anggaran yang telah dikeluarkan tidak sesuai dengan pelaksanaan yang sebenarnya. Pertanyaan besar pun muncul: kemana perginya sisa 112 tenda? Apakah sudah diproduksi dan tersimpan dengan baik, ataukah anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembuatan tenda tersebut tidak digunakan sesuai dengan tujuan?
Para pedagang yang telah menunggu fasilitas ini mengaku kecewa dan meminta klarifikasi segera dari pihak Pemkab Merangin. Selain itu, masyarakat juga menuntut transparansi terkait proses pengadaan, pembayaran, dan alasan mengapa sebagian besar tenda tidak terpasang seperti yang diumumkan. Penting adanya penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan anggaran atau manipulasi data dalam proyek yang seharusnya bermanfaat bagi ekonomi rakyat kecil ini.(DA) Bersambung….
