MERANGIN Satukomando-com — Pembangunan jembatan di wilayah Koto Rawang, Kecamatan Jangkat, kini menjadi keprihatinan warga. Pasalnya, konstruksi yang sedang dikerjakan diduga sepenuhnya menggunakan material kayu lama/bekas, yang dinilai sangat tidak layak untuk dijadikan jembatan permanen.
Berdasarkan data yang diterima, proyek ini terdiri dari dua ruas jembatan: yang pertama berukuran 3 x 12 meter dengan anggaran Rp90.000.000, dan yang kedua berukuran 3 x 8 meter senilai Rp40.000.000. Total anggaran desa yang digelontorkan mencapai Rp130.000.000.
Namun pantauan di lokasi memperlihatkan balok-balok kayu yang jauh dari kata layak untuk menjadi penopang utama jembatan. Warga khawatir, bangunan ini suatu saat bisa saja tiba-tiba roboh dan membahayakan nyawa pengguna. “Ini jembatan yang dipakai warga setiap hari. Kalau pakai kayu lama begitu, kapan saja bisa rubuh, siapa yang mau bertanggung jawab kalau ada korban?” ungkap salah satu warga.
Saat awak media berupaya meminta penjelasan kepada Kepala Desa melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban sama sekali. Sikap bungkam pihak desa justru semakin mempertajam kecurigaan masyarakat terkait kualitas konstruksi dan transparansi penggunaan dana desa tersebut.
Warga menuntut agar instansi terkait segera turun ke lokasi, melakukan pengecekan teknis menyeluruh, dan memastikan jembatan dibangun dengan standar keamanan yang layak, bukan sekadar asal jadi yang membahayakan keselamatan warga.(DA) Bersambung……
