SAROLANGUN Satukomando-com – Peristiwa tidak terpuji menimpa anggota TNI yang sedang bertugas di kawasan perkebunan kelapa sawit PT SAL, Kabupaten Sarolangun. Prajurit yang mengenakan seragam dinas negara tersebut dikeroyok oleh kelompok Suku Anak Dalam (SAD), menimbulkan kekhawatiran sekaligus kemarahan atas nasib anggota militer yang sedang menjalankan tugas.
Hingga kini, penanganan kasus tersebut dinilai tidak menunjukkan kejelasan. Kekecewaan mendalam muncul terhadap sikap Komandan Distrik Militer (Dandim) 0420/Sarko yang dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan yang menimpa anggotanya. Berbagai upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Dandim, baik melalui grup komunikasi resmi maupun pesan pribadi, namun tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Pimpinan tersebut terkesan membisu, mengabaikan dan tidak mau tahu persoalan serius yang terjadi di wilayah binaannya.
Terkait hal itu, desakan kuat mulai bergulir: apabila Dandim 0420/Sarko tidak mampu mengatasi masalah ini, lebih baik beliau mundur dari jabatannya. Prajurit TNI adalah ksatria negara yang bertugas melindungi kepentingan bangsa, dan mereka berhak mendapatkan dukungan serta perlindungan penuh dari pimpinannya. Ketidakpedulian dan ketidaktanggapan pimpinan di tengah ujian yang menimpa anggotanya dianggap sebagai pengabaian tugas dan tanggung jawab komando.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti kejelasan langkah penyelesaian kasus serta sikap resmi dari jajaran komando atas terkait kepemimpinan di Kodim 0420/Sarko pasca-insiden di perkebunan sawit PT SAL tersebut.(DA)
