SATUKOMANDO.com, Pandeglang — Ustadz M. Suhendri atau yang akrab disapa Ustadz Sandri, guru ngaji dan pengasuh madrasah asal Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah kembali ke tanah air usai menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.
Perjalanan umrah tersebut merupakan hadiah langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 15 Oktober 2025 lalu.
Kedatangan Ustadz Sandri di Bandara Soekarno-Hatta disambut oleh salah satu wartawan, Muklis, yang turut mengantarnya pulang ke kampung halaman, Kamis (23/10/2025) pukul 07.30 WIB.

Setibanya di Desa Bulagor, suasana haru menyelimuti penyambutan. Anak-an
ak didik dari madrasah tempatnya mengajar berlarian keluar kelas untuk menyalami dan memeluk sang guru. Tangis bahagia pun pecah di antara para murid dan guru serta ibu – ibu setempat.
Tak hanya para santri, sejumlah ibu-ibu atau “Ema-ema” sekampung turut menyambut kepulangan Ustadz Sandri dengan penuh rasa haru. Mereka berjabat tangan, meneteskan air mata bahagia, dan melantunkan syair kosidah sebagai bentuk ungkapan syukur atas kembalinya sang guru ngaji anak – anaknya dengan dengan selamat.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memberangkatkan saya ke Tanah Suci. Terima kasih juga kepada Pak Muklis dan temanya yang telah membantu dari awal,” ujar Ustadz Sandri.
Ia mengisahkan, awalnya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah umrah tersebut.
“Ketika pertama kali dihubungi Pak Muklis, saya diminta mengirimkan video. Tak lama kemudian, beliau menelepon lagi dan memberi kabar bahwa saya mendapat hadiah umrah dari Bapak Kapolri agar segera mengirimkan Poto Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri. Awalnya saya tidak percaya, namun setelah diminta harus persiapan untuk mengurus paspor ke Imigrasi Serang dengan pak Muklis, barulah saya yakin,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
Selama di Tanah Suci, Ustadz Sandri yang merupakan penyandang disabilitas mengaku mendapat perlakuan istimewa dari pihak penyelenggara dan jamaah lainnya.
“Saya merasa seperti raja. Semua orang sangat baik dan membantu. Bahkan kursi roda saya yang disediakan oleh trevel sangat berbeda dari yang lain, kata orang lain korsi roda pak ustadz Sandri mahalan punya,’ katanya, selain itu saya juga saya juga sangat nyaman. Karena saya dan istri ditempatkan satu kamar di hotel yang megah, rasanya seperti pengantin baru. Ini trevel yang pak Muklis pakai sangat luar biasa,” tuturnya penuh haru.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
“Ayoh masyarakat jangan ragu untuk berangkat ke tanah suci lewat trevel yang pak Muklis pegang. Saya yang disabilitas saja merasa sangat bahagia bisa ke sana. Bagi yang sehat, jangan tunda-tunda, karena tidak akan rugi berangkat ke Tanah Suci,” pesannya.
Menurut salah satu ibu – ibu mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberangkatan sang guru ngaji anaknya tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolri dan pak Muklis dan temannya. Beliau telah memberangkatkan ustadz yang benar-benar tulus mengajar anak – anak kami tanpa pamrih. Ustadz Sandri sudah lebih dari 30 tahun mengajar anak-anak mengaji tanpa gaji. Ini hadiah yang sangat pantas dan istimewa dan membuat kami semua sangat bangga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kepulangan Ustadz Sandri menjadi momen penuh makna bagi warga Desa Bulagor. Sosok sederhana yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan agama itu, kini menjadi teladan ketulusan dan kesabaran bagi masyarakat sekitarnya.
Red
