JAMBI — SATUKOMANDO.COM Tim gabungan dari berbagai unsur bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di areal kebun masyarakat di Desa Manis Mato, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Penanganan kebakaran tersebut melibatkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) unit usaha APP Group PT Wirakarya Sakti (WKS), Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat setempat, PT EWF, TNI, dan Polri.
Kebakaran diketahui terjadi pada areal dengan tutupan lahan berupa serasah, belukar, serta tanaman sawit. Indikasi awal kebakaran terdeteksi melalui pemantauan menggunakan drone.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan. Tim melakukan pengecekan lokasi sekaligus mengerahkan personel dan sejumlah peralatan pemadam untuk mengendalikan api agar tidak berkembang dan meluas ke area lainnya.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 25 personel dikerahkan. Mereka terdiri dari delapan personel RPK PT WKS, satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA), tiga warga setempat, 10 personel PT EWF, dua personel TNI, dan satu personel Polri.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim mengoperasikan satu unit mesin Tohatsu, lima roll fire hose berukuran 1,5 inci, satu unit nozzle, satu set peralatan manual, tiga unit sepeda motor, serta satu unit kendaraan double cabin.
Koordinasi lintas unsur dilakukan selama proses pemadaman. Tim tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap kondisi lokasi guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Setelah dilakukan penanganan dan pengecekan lapangan, kebakaran di lokasi tersebut berhasil ditangani pada 29 September 2026.
Kepala Humas PT WKS, Taufik Qurochman, mengatakan penanganan kebakaran di Desa Manis Mato menjadi bagian penting dari upaya kesiapsiagaan dalam merespons kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, kecepatan dalam mendeteksi indikasi kebakaran, melakukan verifikasi, serta mengerahkan personel dan peralatan menjadi faktor penting agar api dapat segera dikendalikan.
«“Pengendalian karhutla membutuhkan kerja bersama. Ketika indikasi kebakaran ditemukan, kecepatan verifikasi, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi di lapangan menjadi penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas, termasuk ke area yang lebih rentan seperti lahan gambut,” ujar Taufik.»
Ia menegaskan, PT WKS akan terus mendukung langkah bersama pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dan berbagai unsur terkait melalui kegiatan patroli, pemantauan, serta kesiapan sumber daya di lapangan.
«“Kolaborasi perlu terus diperkuat, karena penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Yang utama adalah memastikan seluruh unsur dapat bergerak dan berkoordinasi dengan cepat ketika dibutuhkan,” tambahnya.»
Dalam upaya deteksi dini, pemanfaatan teknologi drone juga menjadi salah satu pendukung pemantauan wilayah. Informasi yang diperoleh dari pemantauan udara dapat segera diverifikasi oleh tim di lapangan untuk menentukan langkah penanganan.
Kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, TNI-Polri, dan unsur terkait diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan karhutla, khususnya pada periode ketika risiko kebakaran meningkat.
Penanganan di Desa Manis Mato tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya deteksi dini, kesiapan sumber daya, serta koordinasi lintas pihak dalam mengendalikan kebakaran lahan agar tidak berkembang lebih luas.(Ali)
