Bapanas Beberkan Alasan Pemerintah Tambah 1,6 Juta Ton Beras Impor

Kenaikan Harga Beras dan Politisasi Bansos Pemerintah: Apa yang Harus Dilakukan?

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjabarkan alasan pemerintah tahun ini menambah impor beras 1,6 juta ton, dari rencana awal hanya 2 juta ton. Dengan tambahan tersebut, maka alokasi keseluruhan impor beras tahun ini mencapai 3,6 juta ton.

Arief mengatakan penambahan impor tersebut sebagai upaya pencegahan pemerintah terhadap risiko kekurangan beras. Maka dari itu pemerintah harus punya cadangan pangan pemerintah (CBP) beras untuk digelontorkan ke pasar.

“Katanya mau punya early warning sistem, sekarang sudah ada early warning system, kenapa 1,6 juta tambahan misalnya. Jadi ini namanya early warning system, jangan sudah kejadian (beras langka), kita enggak punya stok, atau baru nyari-nyari. Nanti harga beras yang di dunia itu angkanya akan tinggi,” kata Arief saat ditemui setelah Rakornas Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi di The Margo Hotel Depok, Selasa (27/2).

Namun Arief menegaskan pemerintah menghitung matang untuk impor beras, memastikan beras impor tidak membuat harga di petani lokal rusak. Dia mengeklaim, hal itu terbukti dari importasi 2023 lalu.

“Tahun lalu teman-teman tanya kenapa impor, hari ini semua terbukti bahwa dilakukan impor terukur harga di petani jatuh tidak? Waktu itu wah ini impor kita impor 3 juta, harga di petani jatuh nggak? Enggak.” kata Arief.

Arief menambahkan, harga pangan dunia memang sedang naik. Harga produksi beras saat ini melambung. Maka pemerintah juga menjaga keseimbangan di tingkat petani, karena bila harga gabah stagnan ketika biaya produksi naik, petani enggan menanam padi.

“Kalau harga gabahnya tinggi petaninya senang, yang 270 juta (populasi selain petani), yang kasian harus dijaga. Maka 22 juta KPM desil terbawah diberikan bantuan pangan, tidak ada kaitannya dengan politik,” tambah Arief membantah isu politisasi bansos beras.

“Kalau sekarang bantuan pangan jangan dibilang ngabisin beras di nasional enggak, itu posnya sendiri-sendiri. Itu langsung dari gudang Bulog, tidak menyerap yang ada di panen lokal,” sambungnya.

Arief menghitung, tidak mungkin bansos beras bersumber dari panen lokal karena secara jumlah, itu lebih kecil dari kebutuhan yang ada.

“Karena panen lokal kemarin angkanya 1 juta ton, kebutuhan 2,5 sampai 2,6 juta ton, ini mesti clear,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, kuota impor beras tahun ini ditambah 1,6 juta ton.

“Impor tahun lalu 3,8 juta (ton), banyak, tahun ini 2 juta (ton) dan 1,6 juta (ton). Hampir 3,6 juta (ton),” kata Zulhas saat ditemui di Pasar Klender, Jakarta Timur, Senin (26/2).

Bapanas Beberkan Alasan Pemerintah Tambah 1,6 Juta Ton Beras Impor

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas