Kepolisian masih mendalami kasus remaja perempuan 14 tahun yang dibuang di Pintu Tol Ancol, Jakarta Utara, usai diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kendati demikian, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengatakan anggotanya masih belum mendapatkan petunjuk jelas dari korban karena kondisi psikologis yang belum stabil.
Dia menyebutkan, korban kerap memberikan keterangan yang berbeda-beda.
“Keterangan masib berubah-ubah,” tutur Gidion saat dikonfirmasi, Jumat (23/2).
Setelah ini kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak dinas sosial dan ahli untuk membantu penanganan kondisi psikologis korban yang kini berada di safe house.
“Kami koordinasi dengan dinsos dan psikolog,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Hady Saputra Siagian, memastikan akan memburu sosok muncikari yang diduga membawa 59 perempuan muda dari Sumbar.
“Iya [memburu muncikari],” tutur Hady.