Anak Krakatau Erupsi, Lampung Selatan Perkuat Mitigasi

Anak Krakatau Erupsi, Lampung Selatan Perkuat Mitigasi

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Langkah Lindungi Warga Pesisir

Lampung Selatan – Erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat kesiapsiagaan untuk melindungi masyarakat, terutama warga di wilayah pesisir. Pemerintah menyiapkan langkah lintas sektor untuk menghadapi potensi dampak erupsi, khususnya hujan abu vulkanik.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Lampung Selatan melalui Zoom Meeting, Sabtu malam (5/9/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dampak yang perlu diwaspadai saat ini adalah abu vulkanik.

“Potensi dampak yang perlu diwaspadai saat ini adalah hujan abu vulkanik. Kondisi ini berbeda dengan kejadian tahun 2018. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Hendry, Minggu (6/9/2026).

Wisata ke Anak Krakatau dan Pulau Sebesi Dihentikan Sementara

Pemkab Lampung Selatan berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan untuk menghentikan sementara aktivitas wisata menuju Pulau Sebesi dan kawasan Gunung Anak Krakatau hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Sementara itu, Dinas Perhubungan bersama ASDP dan KSOP memantau kondisi pelayaran di Pelabuhan Bakauheni dan Dermaga Canti untuk memastikan keselamatan transportasi.

Pemerintah kecamatan juga diminta turun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama agar mengurangi aktivitas di luar rumah ketika terjadi hujan abu.

Masker dan Pos Kesehatan Disiapkan

Untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan, Satpol PP dan Damkarmat, Dinas Kesehatan, BPBD serta jajaran kecamatan disiagakan untuk membagikan masker dan menyiapkan pos kesehatan sesuai kebutuhan.

Nelayan juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius paling dekat 3 kilometer dan mengikuti arahan petugas.

Sekolah Siapkan Pembelajaran Alternatif

Dinas Pendidikan diminta menyiapkan skenario pembelajaran alternatif jika aktivitas erupsi berlangsung lebih lama. Opsi peliburan sekolah maupun pembelajaran daring akan disesuaikan dengan kondisi dan rekomendasi instansi terkait.

Dinas Ketahanan Pangan juga diminta menyiapkan cadangan pangan jika dampak erupsi berkepanjangan mengganggu aktivitas masyarakat dan nelayan.

BPBD Jadi Koordinator Penanganan

BPBD Lampung Selatan ditunjuk sebagai koordinator penanganan dengan layanan Call Center 0823-5892-4600.

Tim penanganan melakukan pemantauan dan pelaporan kondisi setiap tiga jam. Laporan juga diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan BNPB melalui mekanisme berjenjang.

Jika kondisi berkembang, BPKAD diminta menyiapkan opsi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan.

Pemkab Lampung Selatan juga menetapkan Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai pusat informasi terkait aktivitas dan penanganan erupsi untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang terverifikasi.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi pemerintah.

Anak Krakatau Erupsi, Lampung Selatan Perkuat Mitigasi

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas