MOBIL TERBAKAR SAAT ISI PERTALITE DI SPBU SUNGAI BENGKAL! DUGAAN PELANGSIRAN BBM BERSUBSIDI JADI SOROTAN, PENGAWASAN JANGAN TUTUP MATA!

BATANGHARI, SATUKOMANDO.COM — Insiden terbakarnya satu unit mobil di area pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU 24.372.40 Sungai Bengkal, Kabupaten Batanghari, Jambi, memunculkan pertanyaan serius terkait keselamatan pengisian BBM dan pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi.

 

Peristiwa yang berdasarkan informasi awal diduga terjadi pada 21 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00–17.00 WIB, kini menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya penggunaan galon dan selang di dalam kendaraan yang terbakar. Dugaan tersebut perlu diusut secara terbuka agar penyebab kejadian dan kemungkinan pelanggaran tidak berhenti sebatas isu di tengah masyarakat.

 

MOBIL TERBAKAR, GALON DAN SELANG JADI PERTANYAAN

 

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kepada redaksi bahwa dirinya melihat petugas SPBU mengeluarkan sejumlah galon dan selang dari dalam kendaraan, lalu memindahkannya ke sisi luar area SPBU.

 

Keterangan ini menimbulkan pertanyaan mendasar: untuk apa galon dan selang tersebut berada di dalam kendaraan, bagaimana proses pengisian BBM berlangsung, dan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan ketentuan keselamatan serta aturan penyaluran Pertalite?

 

Warga juga menduga praktik pelangsiran BBM telah berlangsung cukup lama di lokasi tersebut. Namun, dugaan ini belum terverifikasi secara independen dan tidak dapat langsung dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti pendukung.

 

PERTAMINA DAN BPH MIGAS DIMINTA BERTINDAK, BUKAN SEKADAR DIAM!

 

Insiden kebakaran ini seharusnya menjadi momentum bagi pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pengelola SPBU perlu menjelaskan kronologi kejadian, sedangkan Pertamina dan BPH Migas diharapkan menelusuri kepatuhan terhadap prosedur keselamatan serta ketentuan distribusi BBM bersubsidi.

 

Aparat penegak hukum juga diharapkan memastikan penyebab kebakaran dan memeriksa dugaan pelangsiran berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Jangan sampai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi luput dari pengawasan. Distribusi BBM bersubsidi harus diawasi secara serius agar penyalurannya sesuai ketentuan dan keselamatan masyarakat tidak diabaikan.

 

SATUKOMANDO.COM MENUNGGU JAWABAN RESMI

 

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh klarifikasi resmi dari pengelola SPBU 24.372.40 Sungai Bengkal, Pertamina, BPH Migas, maupun aparat penegak hukum setempat.

 

Publik berhak memperoleh penjelasan yang terang mengenai penyebab kebakaran, keberadaan galon dan selang, serta ada atau tidaknya pelanggaran dalam aktivitas pengisian BBM tersebut.(Ali)

 

 

MOBIL TERBAKAR SAAT ISI PERTALITE DI SPBU SUNGAI BENGKAL! DUGAAN PELANGSIRAN BBM BERSUBSIDI JADI SOROTAN, PENGAWASAN JANGAN TUTUP MATA!

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas