TEBO — SATUKOMANDO.COM Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Zero Halinar) melalui razia gabungan bersama aparat penegak hukum (APH), Kamis (24/9/2026).
Razia tersebut melibatkan 55 personel dari unsur TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan juga disertai tes urine terhadap pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari langkah pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kekuatan personel eksternal terdiri atas 20 personel Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jambi yang dipimpin Wakil Komandan AKP Yusrizal Amri, 21 personel Polres Tebo di bawah pimpinan Kabag Ops Polres Tebo Jecky Arman Putra, 6 personel BNNK Kabupaten Bungo, serta 8 personel Kodim 0416/Bungo Tebo.
Sementara itu, dari internal Lapas Muara Tebo, sebanyak 62 petugas turut dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan razia dan memastikan kegiatan berlangsung aman serta sesuai prosedur.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kalapas Kelas IIB Muara Tebo, Mukhlisin Fardi. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan menyisir kamar hunian satu per satu, mulai dari Blok A, Blok B, Blok C hingga kamar tahanan.
Pemeriksaan difokuskan untuk mencegah keberadaan dan peredaran barang-barang terlarang, khususnya handphone, narkotika, serta senjata tajam. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
“Pelaksanaan razia ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga komitmen Zero Halinar. Dengan melibatkan kekuatan personel yang lebih besar, kami ingin memastikan seluruh blok dan kamar diperiksa secara optimal, tetap humanis, dan sesuai prosedur,” kata Mukhlisin Fardi.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Komandan Batalyon C Pelopor, AKP Yusrizal Amri. Menurutnya, keterlibatan personel Brimob merupakan bagian dari sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan.
“Kami hadir sebagai bentuk sinergi dengan Lapas Muara Tebo untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kabag Ops Polres Tebo, Jecky Arman Putra. Ia menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi antar-APH diperlukan untuk mendukung langkah deteksi dini serta menjaga kondisi keamanan di lingkungan Lapas.
“Sinergi antar-APH sangat penting dalam kegiatan seperti ini. Kami siap mendukung upaya deteksi dini dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” katanya.
Razia gabungan tersebut menjadi salah satu langkah Lapas Kelas IIB Muara Tebo dalam memperkuat pengawasan internal sekaligus membangun kolaborasi dengan aparat penegak hukum di wilayah Tebo dan sekitarnya.

Dengan melibatkan personel dalam jumlah besar, pemeriksaan diharapkan mampu meminimalkan potensi masuk dan beredarnya barang terlarang serta mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.
Lapas Muara Tebo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan deteksi dini guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis, dan bebas dari Halinar.(Ali)
