MUARO JAMBI — SATUKOMANDO.COM Kawasan Tepian Lubuk Larangan Lopak Sepang, Desa Tebat Patah, RT 01, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, bakal dipenuhi semarak kegiatan budaya melalui gelaran Lopak Sepang Culture Market.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pertemuan masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali berbagai potensi budaya, seni, tradisi, serta kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Desa Tebat Patah.
Gelaran yang dikemas dalam konsep pasar budaya tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu pukul 10.00 WIB hingga Minggu sore. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat dan pengunjung akan disuguhkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan budaya lokal dan hiburan masyarakat.
Desa Tebat Patah Jadi Lokasi Gelaran Budaya
Desa Tebat Patah disebut mendapat penunjukan langsung dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut.
Penunjukan itu menjadi momentum bagi masyarakat Desa Tebat Patah untuk menunjukkan potensi budaya yang dimiliki kepada masyarakat yang lebih luas.
Lopak Sepang Culture Market tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai bentuk seni dan tradisi lokal.
Keberadaan Tepian Lubuk Larangan Lopak Sepang juga menjadi bagian penting dari suasana kegiatan. Kawasan tersebut memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat setempat sehingga dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal potensi budaya Desa Tebat Patah sekaligus mendorong kepedulian terhadap keberadaan tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Hadirkan Hiburan dan Seni Lokal
Untuk menambah kemeriahan acara, sejumlah tokoh hiburan lokal juga dijadwalkan ikut tampil menghibur masyarakat dan pengunjung.
Nama Wak Kocai, Mak Pia, serta Tonel Desa Tebat Patah turut disebut akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih hidup sekaligus memberikan ruang bagi kesenian dan hiburan lokal untuk tampil di tengah masyarakat.
Konsep tersebut membuat Lopak Sepang Culture Market tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi panggung bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal.
Libatkan Sejumlah Pihak
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, antara lain Yamaha Panca Motor, Delizio Caffucino, PT MBS, PT Bukit Tambi, PT MTLL, dan PT WSI.
Dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terlaksananya kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, perusahaan, dan pemangku kepentingan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di daerah.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakat adat semata.
Sejumlah Pejabat Dijadwalkan Hadir
Sejumlah tamu undangan juga dijadwalkan menghadiri Lopak Sepang Culture Market.
Di antaranya Bupati Muaro Jambi, jajaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, Kapolsek, Danrem, serta perwakilan desa-desa penyangga yang berada di kawasan Delapan Lawang Sejarangan.
Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, serta perwakilan desa penyangga diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.
Bagi masyarakat Desa Tebat Patah, gelaran ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki ruang untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Bukan Sekadar Hiburan
Lopak Sepang Culture Market diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau hiburan masyarakat semata.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan tradisi lokal, memperkenalkan potensi desa, sekaligus membangun kebanggaan masyarakat terhadap budaya yang mereka miliki.
Kegiatan budaya seperti ini juga dapat membuka ruang interaksi antara generasi muda dengan para pelaku seni dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan mengenai tradisi lokal tidak hanya berhenti pada generasi terdahulu, tetapi dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan ruang-ruang kebudayaan menjadi penting agar identitas lokal tetap terjaga dan tidak kehilangan tempat di tengah perubahan sosial masyarakat.
Dorong Potensi Desa dan Ekonomi Masyarakat
Selain aspek budaya, kegiatan seperti Lopak Sepang Culture Market juga berpotensi menjadi ruang promosi bagi berbagai potensi yang dimiliki Desa Tebat Patah.
Masyarakat dapat memperkenalkan produk lokal, kreativitas, kuliner, seni, serta berbagai potensi lainnya kepada para pengunjung yang datang.

Jika kegiatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikelola dengan baik, pasar budaya tersebut berpotensi berkembang menjadi salah satu agenda yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari luar desa.
Dengan demikian, budaya tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi desa dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menjaga Identitas Budaya Lokal
Gelaran Lopak Sepang Culture Market pada akhirnya menjadi bagian dari upaya mempertemukan tiga unsur penting, yakni masyarakat, budaya, dan potensi lokal.
Tepian Lubuk Larangan Lopak Sepang dipilih sebagai ruang berlangsungnya kegiatan yang diharapkan mampu menghadirkan suasana berbeda bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
Bagi Desa Tebat Patah, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi yang dimiliki sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pihak lainnya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga keberadaan budaya lokal.

Lopak Sepang Culture Market pun diharapkan bukan hanya menjadi pesta budaya yang meriah, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat identitas masyarakat, memperkenalkan potensi desa, dan membuka ruang kolaborasi bagi generasi penerus kebudayaan lokal di Kabupaten Muaro Jambi.(Aman)
