TNI Bersama Masyarakat dan Perusahaan Bergerak Cek Hotspot Karhutla di Sarolangun, Luas Lahan Terbakar Capai 9,8 Hektare

 

 

 

SAROLANGUN, JAMBI Satukomando-com — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kabupaten Sarolangun. Pada Selasa, 8 September 2026, personel Koramil 420-03/Pauh Kodim 0420/Sarko bersama masyarakat dan unsur perusahaan bergerak melakukan ground check terhadap sejumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi berdasarkan informasi BMKG.

 

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat Satgas Karhutla dalam memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap titik api yang masih menyala.

 

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengecekan antara lain Desa Bukit Suban, Desa Baru, Desa Lubuk Jering, Desa Taman Bandung, Desa Lubuk Napal, Desa Rangkiling Simpang, serta Desa Guruh Baru.

Dalam pelaksanaan di lapangan, sebanyak 64 personel terlibat, terdiri dari 8 personel TNI, 15 masyarakat, serta 41 personel dari PT Samhutani, PT BKS dan PT KKM.

 

Personel menggunakan berbagai sarana untuk mendukung penanganan karhutla. Di antaranya tujuh unit kendaraan roda dua Babinsa, tangki semprot air milik penduduk, satu unit alkon kecil dan tiga rol selang.

 

Sementara itu, unsur perusahaan menyiagakan enam unit mesin Waterax, enam selang hisap, 37 rol selang buang, enam anozel, delapan kendaraan roda dua, dua kendaraan roda empat, dua mobil tangki air serta dua unit excavator.

 

Selain melakukan pengecekan dan pengumpulan data, tim di lapangan juga berkoordinasi dengan aparat terkait, berupaya memadamkan titik api yang masih menyala, serta melaksanakan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

 

Dari hasil pemantauan sementara, lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±9,8 hektare, dengan jenis lahan berupa mineral dan gambut. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik masyarakat, sementara penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui.

 

Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan yang sulit dilalui dan dipenuhi semak belukar. Selain itu, kanal-kanal di sekitar titik panas dalam kondisi kering dan sumber air relatif jauh dari lokasi hotspot.

 

Meski demikian, personel tetap melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari dokumentasi, pengumpulan data, koordinasi, sosialisasi kepada masyarakat sekitar, pemadaman hingga pendinginan.(DA)

TNI Bersama Masyarakat dan Perusahaan Bergerak Cek Hotspot Karhutla di Sarolangun, Luas Lahan Terbakar Capai 9,8 Hektare

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas