Kemudian, juga ada kebijakan konversi pinjaman luar negeri, yang mengubah pinjaman dalam US Dolar dan suku bunga mengambang (basis LIBOR) menjadi pinjaman dalam Euro dan Yen dengan suku bunga tetap mendekati 0 persen. Sehingga ini mengurangi risiko dan beban bunga ke depan.
[su_note note_color=”#e9e9e9″ text_color=”#000000″]Baca Juga: Tidak Dipinjamkan Tabung Oksigen, Perawat Puskesmas Kedaton Jadi Korban Pengeroyok Orang Tak Dikenal[/su_note]
“Strategi pengelolaan pembiayaan melalui upaya menurunkan yield di tahun 2020 yang dapat menekan yield SBN sekitar 250bps mencapai 5,85 persen di akhir tahun (turun 17 persen, ytd),” jelas Yustinus.
Adanya berbagai respons kebijakan tersebut, membuat ekonomi Indonesia pada 2020 cenderung tumbuh relatif cukup baik dibanding negara lain.
[su_label type=”info”] Buka Halaman Selanjutnya … [/su_label]
Masih Amankah Utang Pemerintah RI Ketika Tembus Rp. 6.000 Triliun
0 tanggapan pada “Masih Amankah Utang Pemerintah RI Ketika Tembus Rp. 6.000 Triliun”
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.

Wowww…