Diskes Bandar Lampung Genjot Screening 119 Persen, Strategi Jemput Bola Putus Mata Rantai HIV AIDS Menuju Eliminasi 2030

Diskes Bandar Lampung Genjot Screening 119 Persen, Strategi Jemput Bola Putus Mata Rantai HIV AIDS Menuju Eliminasi 2030

Bandar Lampung – Tingginya angka temuan kasus HIV di Kota Bandar Lampung ditegaskan bukan sebagai sinyal darurat wabah baru. Sebaliknya, hal itu menjadi indikator keberhasilan pelacakan aktif yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dalam membongkar fenomena gunung es HIV di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menerapkan strategi jemput bola, dengan turun langsung ke berbagai lokus berisiko. Hasilnya, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penapisan (screening) HIV melampaui target hingga lebih dari 119 persen.

Bukan Darurat, Tapi Bukti Pelacakan Aktif

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menegaskan bahwa tingginya angka temuan kasus justru menunjukkan keberhasilan deteksi dini.

“Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah kita tangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan kita memutus mata rantai penularan menuju target Eliminasi HIV 2030,” tegasnya.

Dengan pendekatan aktif, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan bisa ditekan secara signifikan.

Fokus Screening 8 Kelompok Berisiko

Diskes Bandar Lampung Genjot Screening 119 Persen, Strategi Jemput Bola Putus Mata Rantai HIV AIDS Menuju Eliminasi 2030Dalam implementasinya, Diskes memfokuskan screening terhadap delapan indikator kelompok prioritas SPM, yakni:

  1. Ibu hamil

  2. Penderita TBC

  3. Penderita Infeksi Menular Seksual (IMS)

  4. Wanita Pekerja Seksual (WPS)

  5. Lelaki Seks Lelaki (LSL)

  6. Waria

  7. Pengguna Narkoba Suntik (Penasun)

  8. Warga Binaan Pemasyarakatan

Terkait temuan reaktif, termasuk ratusan kasus pada kelompok LSL, pihak Diskes menegaskan angka tersebut merupakan hasil kerja aktif petugas lapangan, bukan lonjakan wabah baru.

Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pasien memperoleh terapi sehingga potensi penyebaran dapat ditekan.

Program Triple Eliminasi untuk Ibu Hamil

Khusus ibu hamil, Diskes Bandar Lampung menerapkan Program Triple Eliminasi secara gratis.

Setiap ibu hamil wajib menjalani screening:

  • HIV

  • Sifilis

  • Hepatitis

Langkah ini bertujuan mencegah penularan dari ibu ke bayi (mother to child transmission).

31 Puskesmas Layani ARV dan Target Fast Track 95-95-95

Sebanyak 31 puskesmas di Bandar Lampung kini telah memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Diskes juga menerapkan strategi global Fast Track 95-95-95, yaitu:

  • 95% ODHIV terdiagnosis

  • 95% mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV)

  • 95% mencapai supresi virus

Pasien yang rutin mengonsumsi ARV sesuai dosis dapat menekan jumlah virus dalam tubuh hingga tidak mudah menular dan tetap memiliki harapan hidup panjang serta produktif.

Libatkan Lintas Sektor dan Jamin Kerahasiaan Pasien

Untuk menjangkau lokasi khusus seperti tempat hiburan malam, Diskes menggandeng lintas sektor, antara lain:

  • Dinas Pariwisata

  • Dinas Sosial

  • Babinkamtibmas

  • Tokoh agama dan tokoh masyarakat

  • Indonesia AIDS Coalition

Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menjamin penuh kerahasiaan identitas pasien secara by name by address.

Edukasi: HIV Tidak Menular Lewat Sentuhan

Diskes mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks. HIV tidak menular melalui:

  • Pelukan

  • Sentuhan

  • Berbagi alat makan

  • Obrolan

  • Penggunaan toilet umum

Penularan hanya terjadi melalui:

  • Kontak darah

  • Hubungan seksual tidak aman

  • Ibu positif kepada bayi yang dikandung

Diskes Bandar Lampung Genjot Screening 119 Persen, Strategi Jemput Bola Putus Mata Rantai HIV AIDS Menuju Eliminasi 2030

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas