Jakarta – Satukomando.com 3 Febuari 2026 PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR Bakrie) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Panah Perak Megasarana terkait pemanfaatan truk listrik untuk mendukung kelancaran operasional pasokan EFB (Empty Fruit Bunch) Biomass ke PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPII).
Acara penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri oleh jajaran manajemen VKTR Bakrie, antara lain Bapak Anindya Novyan Bakrie selaku Komisaris Utama, Bapak Ardi Bakrie selaku Chief Executive Officer (CEO), serta Bapak V. Bimo selaku Deputy CEO.
Kerja sama ini secara resmi ditandatangani oleh Bapak V. Bimo selaku Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dan Bapak Agussalim Igarashi selaku Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana dan dihadiri oleh Bapak Komjen Pol. (Purn) Setyo Wasisto selaku Komisaris Independen, Fredy Anggriawan selaku Deputy CEO, Andy Z Nasution selaku Direktur Business Development, Aubrey Kertanagara selaku Senior Business Development Officer
Melalui kolaborasi ini, VKTR Bakrie akan menyediakan solusi kendaraan listrik niaga yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung kegiatan distribusi EFB biomassa yang dikelola PT Panah Perak Megasarana sebagai bagian dari rantai pasok energi primer terbarukan ke PLN EPII.
Melalui kerja sama ini, VKTR Bakrie menyediakan armada truk listrik berbasis teknologi ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas distribusi EFB Biomass Pellet milik PT Panah Perak Megasarana ke PT PLN EPI.
Pemanfaatan truk listrik ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan rantai pasok.
“Kolaborasi dengan VKTR Bakrie menjadi bagian penting dari visi jangka panjang PT Panah Perak Megasarana dalam mendukung pengurangan emisi, penggunaan truk listrik memberikan nilai ekonomi yang nyata*VKTR Bakrie dan Panah Perak Megasarana Perkuat Rantai Pasok Biomassa Nasional Lewat Pemanfaatan Truk Listrik*
Jakarta, 3 Febuari 2026—PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR Bakrie) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Panah Perak Megasarana terkait pemanfaatan truk listrik untuk mendukung kelancaran operasional pasokan EFB (Empty Fruit Bunch) Biomass ke PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPII).
Acara penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri oleh jajaran manajemen VKTR Bakrie, antara lain Bapak Anindya Novyan Bakrie selaku Komisaris Utama, Bapak Ardi Bakrie selaku Chief Executive Officer (CEO), serta Bapak V. Bimo selaku Deputy CEO.
Kerja sama ini secara resmi ditandatangani oleh Bapak V. Bimo selaku Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dan Bapak Agussalim Igarashi selaku Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana dan dihadiri oleh Bapak Komjen Pol. (Purn) Setyo Wasisto selaku Komisaris Independen, Fredy Anggriawan selaku Deputy CEO, Andy Z Nasution selaku Direktur Business Development, Aubrey Kertanagara selaku Senior Business Development Officer
Melalui kolaborasi ini, VKTR Bakrie akan menyediakan solusi kendaraan listrik niaga yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung kegiatan distribusi EFB biomassa yang dikelola PT Panah Perak Megasarana sebagai bagian dari rantai pasok energi primer terbarukan ke PLN EPII.
Melalui kerja sama ini, VKTR Bakrie menyediakan armada truk listrik berbasis teknologi ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas distribusi EFB Biomass Pellet milik PT Panah Perak Megasarana ke PT PLN EPI.
Pemanfaatan truk listrik ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan rantai pasok.
“Kolaborasi dengan VKTR Bakrie menjadi bagian penting dari visi jangka panjang PT Panah Perak Megasarana dalam mendukung pengurangan emisi, penggunaan truk listrik memberikan nilai ekonomi yang nyata melalui struktur biaya operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.”ujar Aubrey Kertanagara – Senior Business Development Officer PT. PPM
Sementara itu, manajemen PT Panah Perak Megasarana menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
“Kerja sama ini sejalan dengan visi kami untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh proses operasional, termasuk transportasi dan logistik. Penggunaan truk listrik merupakan langkah konkret menuju industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab,” ujar Andy Z Nasution – Direktur Business Development PT. PPM
Penggunaan truk listrik dalam pengangkutan EFB Biomass Pellet ini diharapkan dapat menjadi role model nasional bagi industri energi terbarukan, perkebunan, dan manufaktur dalam mengadopsi teknologi transportasi rendah emisi.
Telah di tanda tanngainya MOU Kerja sama antara kedua belah Pihak. Menjadi Babak Baru Di Mulai Nya Era Biomasa yg bisa memberikan manfaat bagi semua. Saya Sangat mendukung kerjasama ini dan semoga Kedua belah Pihak saling Mendukung Untuk memanfaatkan Energi terbarukan. Sebut Adi Kurniawan Saputra Selaku Direktur Utama Dari Garuda satu komando Saat di temui Kontributor lapangan
Ke depan, VKTR Bakrie dan PT Panah Perak Megasarana membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan, termasuk perluasan armada listrik dan integrasi teknologi ramah lingkungan lainnya untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia. melalui struktur biaya operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.”ujar Aubrey Kertanagara – Senior Business Development Officer PT. PPM
Sementara itu, manajemen PT Panah Perak Megasarana menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
“Kerja sama ini sejalan dengan visi kami untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh proses operasional, termasuk transportasi dan logistik. Penggunaan truk listrik merupakan langkah konkret menuju industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab,” ujar Andy Z Nasution – Direktur Business Development PT. PPM
Penggunaan truk listrik dalam pengangkutan EFB Biomass Pellet ini diharapkan dapat menjadi role model nasional bagi industri energi terbarukan, perkebunan, dan manufaktur dalam mengadopsi teknologi transportasi rendah emisi.
Ke depan, VKTR Bakrie dan PT Panah Perak Megasarana membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan, termasuk perluasan armada listrik dan integrasi teknologi ramah lingkungan lainnya untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
