Truk Tangki Pengangkut Minyak Mentah Diduga Meledak Saat Pengelasan di PT Devi Mandiri, Prosedur K3 Dipertanyakan

BATANGHARI — SATUKOMANDO.COM Kecelakaan kerja terjadi di area yard PT Devi Mandiri, kawasan Km 41, Kabupaten Batanghari, Jambi. Sebuah truk tangki pengangkut minyak mentah yang disebut berasal dari salah satu perusahaan migas di Kabupaten Tebo, diduga mengalami ledakan saat dilakukan pekerjaan pengelasan.

Truk tangki tersebut disebut memiliki kapasitas sekitar 30 ton dan sebelumnya digunakan untuk mengangkut minyak mentah dari wilayah Tebo menuju stasiun pengumpul di kawasan Tempino.

Namun, dalam proses pekerjaan di area yard PT Devi Mandiri, kendaraan atau unit tangki tersebut dilaporkan berada di lokasi untuk menjalani pekerjaan pengelasan sebelum kemudian terjadi ledakan.

Peristiwa tersebut menimbulkan korban. Video yang beredar di sejumlah akun media sosial memperlihatkan sejumlah pekerja berupaya mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Bagian bangunan yang diduga menjadi tempat pekerjaan pengelasan juga tampak mengalami kerusakan.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan serius mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama terkait prosedur pekerjaan panas atau hot work pada tangki yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut minyak mentah.

Tangki Bekas Minyak Mentah, Sudah Dipastikan Bebas Gas?

Pertanyaan paling mendasar adalah apakah tangki tersebut telah dinyatakan aman sebelum pekerjaan pengelasan dilakukan.

Meski minyak mentah disebut telah diangkut menuju stasiun pengumpul, perlu dipastikan apakah tangki sudah benar-benar kosong dan telah melalui prosedur keselamatan sebelum dilakukan pengelasan.

Apakah tangki sudah dibersihkan?

Apakah telah dilakukan draining dan gas freeing?

Apakah dilakukan gas test untuk memastikan tidak terdapat uap atau gas yang mudah terbakar?

Berapa hasil pengukuran gas sebelum pekerjaan dimulai?

Dan siapa yang memberikan izin bahwa tangki tersebut aman untuk dilakukan pekerjaan pengelasan?

Pertanyaan lain yang perlu dijawab adalah apakah pekerjaan tersebut telah dilengkapi Hot Work Permit, JSA atau penilaian risiko, serta pengawasan petugas HSE.

Apakah fire watch berada di lokasi?

Apakah alat pemadam dan perlengkapan tanggap darurat tersedia?

Dari Tebo Menuju Tempino, Mengapa Berakhir di Yard PT Devi Mandiri?

Asal-usul dan perjalanan unit tangki tersebut juga perlu diperjelas.

Tangki disebut digunakan untuk mengangkut minyak mentah dari salah satu perusahaan migas di Tebo menuju stasiun pengumpul di Tempino.

Lalu, dalam kondisi dan kepentingan apa unit tersebut berada di yard PT Devi Mandiri?

Apakah unit tersebut memang dijadwalkan menjalani pekerjaan perbaikan atau pengelasan?

Siapa yang memerintahkan pekerjaan tersebut?

Apakah pekerjaan dilakukan berdasarkan dokumen dan izin kerja yang sah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk mengurai rangkaian peristiwa sebelum ledakan terjadi.

Investigasi K3 Perlu Mengungkap Rangkaian Kejadian

Ledakan tidak cukup hanya dicatat sebagai kecelakaan kerja. Investigasi perlu mengurai seluruh rangkaian kejadian, mulai dari kondisi tangki setelah mengangkut minyak mentah, proses pembersihan, pemeriksaan kadar gas, penerbitan izin kerja panas, hingga pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan pengelasan.

Jika seluruh prosedur K3 telah dijalankan, hasil investigasi diharapkan dapat menjelaskan faktor teknis yang menyebabkan ledakan.

Namun, apabila ditemukan adanya prosedur keselamatan yang tidak dijalankan, hal tersebut perlu diungkap berdasarkan hasil pemeriksaan resmi pihak berwenang.

Hingga berita ini disusun, Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari manajemen PT Devi Mandiri, perusahaan migas terkait, pihak PT Pertamina Hulu Rokan apabila memiliki keterkaitan pekerjaan, serta instansi ketenagakerjaan mengenai kronologi kejadian, kondisi korban, status dan riwayat unit tangki, dokumen izin kerja, penerapan prosedur K3, dan penyebab ledakan.

Catatan redaksi: Informasi mengenai asal tangki, kapasitas sekitar 30 ton, rute Tebo–Tempino, serta penyebab ledakan masih merupakan informasi awal dan perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait. Dugaan kelalaian belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum terdapat hasil investigasi resmi.

Truk Tangki Pengangkut Minyak Mentah Diduga Meledak Saat Pengelasan di PT Devi Mandiri, Prosedur K3 Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas