BANGKO Satukomando-com – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai kegiatan Subuh Keliling (Subling) Pemkab Merangin di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Jumat (24/7).
Kegiatan ibadah sekaligus silaturahim ini dihadiri langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur, Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bagi Bupati M. Syukur, Masjid Al-Muhajirin memiliki ikatan emosional tersendiri. Di hadapan para jemaah, Ia secara blak-blakan bernostalgia mengenai perjalanan politiknya yang tak lepas dari keberadaan masjid Al-Muhajirin.
“Setiap pemilu, baik waktu pencalonan DPD dulu maupun bupati, posko saya selalu di belakang masjid ini, di Sapta Marga. Jadi kalau hari Jumat memang sering di sini,” kenang M. Syukur disambut senyum para jemaah.
Seiring perjalanan waktu, lanjutnya, Masjid Al-Muhajirin terus berkembang dan berbenah hingga menghadirkan suasana yang sangat nyaman bagi umat.
“Setiap hari Sabtu, kalau saya ada di posko, pasti saya salat jamaah di sini, itu juga luar biasa jamaahnya. Makan paginya juga enak-enak, sekarang ditambah ada roti, ada kulkas, apalagi nanti kalau ada nasi padang gratis,” selorohnya disambut tawa jemaah Subling.
Bupati M. Syukur menjelaskan bahwa Subuh Keliling bukan hanya kegiatan keagamaan biasa, melainkan program resmi pemerintah daerah yang lahir dari aspirasi masyarakat.
Meski awalnya diusulkan sebulan sekali, M. Syukur meminta agar Subling dilaksanakan seminggu sekali secara konsisten untuk mempererat silaturahmi serta menyerap aspirasi warga secara langsung melalui diskusi santai usai salat Subuh.
Namun, di tengah jalannya program, Bupati memberi catatan kritis terkait kedisiplinan jajaran ASN dan kepala dinas yang hadir.
“Subling ini salah satu cara memakmurkan masjid sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Tapi saya perhatikan dari hari ke hari, kehadiran OPD mulai berkurang. Ini Pak Wabup bisa diabsen saja. Karena ini program pemerintah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati M. Syukur juga membawa kabar gembira terkait pembenahan infrastruktur di Kabupaten Merangin. Tahun ini, Pemkab Merangin berpeluang besar mendapat suntikan dana segar dari pusat.
“Tantangan kita ke depan semakin besar. Insya Allah tahun ini kita banyak mendapat bantuan dari pusat khusus menyelesaikan infrastruktur. DPR RI akan menyetujui tambahan anggaran infrastruktur sebesar Rp 100 miliar khusus untuk jalan-jalan daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Merangin bersama DPR RI juga menyetujui penataan ulang Jalur Tiga menjadi Jalur Dua guna mengurai kemacetan akibat tingginya volume kendaraan dan angkutan berat yang kerap memicu kesemrawutan lalu lintas. Penataan ini diharapkan mampu memperlancar arus barang dan jasa serta menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan Subuh Keliling tersebut ditutup dengan penyerahan santunan untuk fakir miskin dan anak yatim serta penyampaian tausiah oleh ulama kondang KH. Daud Hendi Ismail—yang sebelumnya juga mengisi ceramah pada malam penutupan MTQH ke-52 Merangin. (DA)

