
BANDAR LAMPUNG – Puluhan mantan narapidana terorisme (napiter) yang tergabung dalam Yayasan Mangkubumi Putra Lampung bersama mantan pengikut Jemaah Islamiyah (JI) mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Provinsi Lampung yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Senin (1/6/2026).
Dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, para peserta tampak khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin Pangdam XXI/Radin Intan, Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat semangat nasionalisme dan komitmen untuk terus menjaga persatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Yayasan Mangkubumi Putra Lampung, Ir. Suprihadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas undangan yang diberikan kepada yayasan untuk mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Lampung yang telah memberikan ruang bagi kami untuk ikut memperingati hari bersejarah lahirnya Pancasila. Ini menjadi bukti bahwa kami sebagai bagian dari anak bangsa dapat bersinergi dalam menjaga dan membela NKRI,” ujarnya usai upacara.
Menurut Suprihadi, pesan yang disampaikan dalam amanat upacara sejalan dengan komitmen para mantan napiter dan eks pengikut JI untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam merawat kebhinekaan dan menjaga Indonesia tetap aman, damai, serta sejahtera.
“Sejarah harus menjadi pelajaran berharga agar Indonesia terus berkembang menjadi bangsa yang maju, damai, dan sejahtera. Kami ingin menjadi bagian dari solusi serta pembangunan bangsa,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kompol Sumarna dari Satgaswil Lampung Densus 88 Antiteror Polri yang turut mendampingi para mantan napiter memberikan apresiasi atas partisipasi mereka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
Menurutnya, keikutsertaan para mantan napiter dan eks pengikut JI merupakan wujud nyata patriotisme, nasionalisme, serta hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Kesbangpol, Binda Lampung, Polda Lampung, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Selain mengikuti upacara, Yayasan Mangkubumi Putra Lampung juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada momentum Iduladha lalu, mereka terlibat dalam pembagian daging kurban dan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Sumatera,” jelasnya.
Kompol Sumarna juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap mantan napiter yang telah berkomitmen kembali ke tengah masyarakat dan mendukung nilai-nilai kebangsaan.
“Mereka telah berupaya memperbaiki diri, mengakui kesalahan, dan ingin menjadi warga negara yang produktif. Karena itu, mereka perlu diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan agar dapat berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya bersama seluruh stakeholder akan terus melakukan pembinaan guna memperkuat wawasan kebangsaan dan memastikan para mantan napiter serta eks pengikut JI kembali menjadi bagian yang utuh dari NKRI.
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyampaikan bahwa tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham yang dapat mengancam harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lampung menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan dan reintegrasi sosial terhadap mantan napiter dapat berjalan positif demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan.
