Hari Terakhir Revalidasi UGGp: Evaluator UNESCO Sisir Enam Titik Penilaian 

 

 

MERANGIN Satukomando-com – Proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin-Jambi memasuki hari terakhir pada Kamis (13/8).

 

Dua evaluator dunia, Prof. Dr. Yongmun Jeon asal Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee asal Monts D’Ardèche UGG (Prancis), menyisir enam titik penilaian strategis di wilayah Kabupaten Merangin.

 

Dalam peninjauan lapangan ini, tim evaluator didampingi langsung oleh General Manager Geopark Merangin-Jambi, Agus Zainudin, serta perwakilan dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

 

Rangkaian evaluasi diawali di Danau Pauh, Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat. Di lokasi ini, kedua evaluator diajak menyusuri danau menggunakan perahu sembari melihat pohon pauh yang menjadi asal-usul penamaan danau tersebut.

 

Evaluator juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga setempat guna menggali sejauh mana keberadaan geosite ini berdampak pada peningkatan ekonomi warga di sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM.

 

Perjalanan dilanjutkan ke Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat. Evaluator meninjau Tugu Kalpataru, simbol penghargaan yang diraih Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA) Depati Kara Jayo Tuo dari Kementerian LHK pada 2019 atas keberhasilan menjaga kelestarian hutan adat seluas 130 hektar secara turun-temurun.

 

Tak jauh dari lokasi tersebut, tim meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Rantau Kermas berkapasitas 37–41 kW yang beroperasi sejak 2018. Memanfaatkan aliran Sungai Batang Langkup, fasilitas ini menjadi bukti keterikatan antara kelestarian hutan adat dan kemandirian energi warga setempat.

 

Suasana kearifan lokal semakin kental saat evaluator diajak berkeliling melihat arsitektur tradisional Rumah Tuo (rumah panggung) Desa Rantau Kermas dan melihat hasil perkebunan kulit manis dan kopi.

 

Sebagai bagian dari penilaian pilar ekonomi berbasis konservasi, rombongan menyambangi rumah produksi Kopi Lembah Mentenang (LM) di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat.

 

Kopi yang ditanam di tanah subur hasil letusan gunung purba kawasan bentang alam Gunung Masurai ini merupakan geoproduk unggulan sekaligus UMKM binaan Geopark Merangin-Jambi.

 

Bergeser ke Kecamatan Lembah Masurai, peninjauan berlanjut ke Basecamp Mount Masurai di Desa Sungai Lalang untuk mencermati pemetaan rute pendakian serta potensi keanekaragaman hayati kawasan Gunung Masurai.

 

Selanjutnya, tim meninjau alat pendeteksi gempa BMKG di Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai. Fasilitas mitigasi bencana yang dibangun pada 2025 ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini getaran gempa bagi masyarakat sekitar.

 

Rangkaian peninjauan lapangan diakhiri di Air Terjun Sigerincing, Desa Tuo. Geosite penting terbentuk dari aktivitas letusan purba Gunung Masurai (pre-caldera era) ini menjadi salah satu daya tarik utama geologi kawasan Merangin-Jambi.

 

Penerjemah dari Balai Bahasa Jambi, Lukman, menyampaikan bahwa secara umum seluruh agenda peninjauan lapangan berjalan lancar dan dua evaluator dunia tersebut telah mengantongi berbagai catatan penting.

 

“Pada dasarnya para evaluator telah melihat langsung seluruh potensi yang ada dan sudah memiliki catatan untuk penilaian revalidasi. Hasil peninjauan ini nantinya akan disampaikan secara resmi dalam progress report di kantor BP Geopark Merangin Jambi,” kata Lukman.(DA)

Hari Terakhir Revalidasi UGGp: Evaluator UNESCO Sisir Enam Titik Penilaian 

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas