Sarolangun, Satukomando-com 24 Agustus 2026 — Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara cepat dan terpadu. Personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat melaksanakan ground check titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kecamatan CNG, Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan data hotspot yang bersumber dari BMKG dan terpantau melalui satelit NOAA-20 pada 23 Agustus 2026 pukul 01.34 WIB. Tiga titik hotspot teridentifikasi berada di wilayah Desa Tambang Tinggi, Desa Kampung Tuju, dan Desa Sekamis, Kecamatan CNG, Kabupaten Sarolangun, dengan tingkat kepercayaan kategori sedang.
Setelah menuju lokasi yang dituju, personel gabungan menemukan lahan yang sebelumnya mengalami kebakaran. Dari hasil pengecekan di lapangan, api telah padam dan kondisi lokasi dinyatakan aman dari kobaran api.
Dari hasil pendataan, lahan yang terdampak memiliki luas sekitar 4 hektare, dengan luas area yang terbakar diperkirakan ±1 hektare, Vegetasi yang terbakar meliputi kebun, pohon karet, dan pohon sawit, sementara kondisi tanah di lokasi merupakan tanah mineral.
Kegiatan ground check tersebut melibatkan 11 personel, terdiri dari 2 personel TNI, 1 personel Polri, 5 personel Manggala Agni, 1 personel BPBD, dan 2 orang masyarakat.
Selain memastikan kondisi titik hotspot di lapangan, personel juga melakukan pengumpulan data terkait lahan yang terbakar serta memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah sinergis aparat dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini, pemantauan, serta penanganan karhutla. Respons cepat terhadap informasi hotspot diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Sarolangun.(DA)
