Merangin, Jambi Satukomando-com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 6 Merangin, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, menjadi sorotan. Pada Senin (21/09/2026) pukul 11:54 WIB, ditemukan porsi menu yang diduga tidak sesuai standar gizi Badan Gizi Nasional (BGN).
Temuan ini didokumentasikan langsung oleh *Dedi Aswida, Kabiro Media Satu Komando Merangin* di lokasi dengan GPS Map Camera di titik koordinat *Lat -2.03992° Long 102.274777° – X76f+5rf, Sungai Ulak, Kec. Nalo Tantan.*
Dalam foto ompreng stainless SUS304 yang diterima siswa, terlihat:
1. *Nasi kuning* porsi sangat sedikit, diperkirakan di bawah 100 gram, padahal standar SMA 150-200 gram.
2. *Sayur kol wortel* berkuah dengan porsi minim, kurang dari 30 gram.
3. *Protein hewani* hanya 1 butir telur balado dan 5 potongan kecil daging olahan/bakso.
4. *Tidak ada protein nabati* seperti tahu/tempe sesuai pedoman Isi Piringku.
5. *Buah semangka* dibungkus plastik kresek bening tidak food grade, berisiko kontaminasi.
6. *Tanpa air minum* pendamping.
“Ini jelas belum memenuhi kebutuhan 400-500 kkal untuk jenjang SMA. Kalau tujuannya peningkatan gizi, porsi seperti ini sangat memprihatinkan. Buah kok dibungkus kresek, ini soal higienis,” ujar Dedi Aswida di lokasi.
Padahal, Kabupaten Merangin baru saja meraih peringkat 2 se-Provinsi Jambi dalam pelaksanaan MBG dan diklaim kondusif tanpa dapur blacklist. Temuan di SMA N 6 ini menjadi catatan penting agar prestasi tersebut diimbangi kualitas di lapangan.
Sesuai Juknis BGN, 1 porsi MBG wajib mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah dengan higienitas terjaga. BGN bahkan mewajibkan SPPG menggunakan air galon untuk memasak setelah maraknya kasus keracunan yang 72% dipicu masalah air.
Diharapkan ada evaluasi segera dari SPPG penyedia agar program Presiden Prabowo ini tepat sasaran dan tidak merugikan siswa.(DA)
