MUARO JAMBI — SATUKOMANDO.COM Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi menyatakan sikap tegas menyikapi rencana aksi yang disebut akan dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Peduli Pancasila (LMPP) Kabupaten Muaro Jambi pada 3 September 2026 mendatang.
Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi menyatakan akan menurunkan ratusan anggotanya ke lokasi untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas organisasi sekaligus komitmen Pemuda Pancasila dalam menjaga hubungan kemitraan dengan pemerintah, TNI, dan Polri.
Slogan “Satu yang dicubit, semua merasa sakit” kembali digaungkan sebagai bentuk kekompakan dan solidaritas seluruh kader Pemuda Pancasila.
“Kami tidak tinggal diam apabila ada anggota kami yang merasa terganggu atau diperlakukan tidak sebagaimana mestinya. Namun kami tetap mengedepankan cara-cara yang santun, tertib, dan sesuai aturan hukum,” tegas pernyataan Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi.
Pemuda Pancasila menegaskan bahwa organisasi tersebut merupakan mitra pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga tingkat pusat.
Karena itu, Pemuda Pancasila menyatakan siap mengambil bagian dalam menjaga kondusivitas daerah dan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Pemuda Pancasila adalah mitra pemerintah, TNI dan Polri. Ketika ada persoalan yang berpotensi mengganggu roda pemerintahan, kami siap berada di garda terdepan untuk menjaga kondusivitas serta marwah pemerintahan, tentunya dengan tetap menghormati hukum dan ketertiban,” demikian sikap yang disampaikan.
Ratusan kader Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi disebut akan hadir pada 3 September 2026. Kehadiran mereka diharapkan bukan untuk menciptakan ketegangan, melainkan untuk menunjukkan solidaritas organisasi sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali.
Pemuda Pancasila juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Perbedaan pendapat, menurut mereka, harus diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang berlaku.
“Kami solid, kami hadir, dan kami siap menjaga daerah. Jangan sampai perbedaan sikap berubah menjadi konflik. Muaro Jambi harus tetap aman dan kondusif.”
