Merangin Satukomando.com – SD Negeri 280,Bangko kini menjadi sorotan, bukan karena prestasi gemilang, melainkan karena skandal absensi fiktif yang mencoreng nama baik institusi pendidikan ini. Seorang oknum guru dengan lihai mencatatkan diri hadir setiap hari, padahal batang hidungnya tak pernah terlihat di sekolah selama berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun. Praktik busuk ini mengindikasikan adanya permainan kotor di balik layar, yang mengorbankan kualitas pendidikan dan merugikan banyak pihak.
Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan fasilitas dan kesejahteraan siswa, terancam menguap ke kantong pribadi oknum-oknum tak bertanggung jawab. Beban kerja guru lain pun bertambah, terpaksa menutupi lubang yang ditinggalkan oleh guru “siluman” ini. Ironisnya, kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan, terkesan bungkam dan tidak mengambil tindakan tegas. Apakah ini sebuah pembiaran, atau justru keterlibatan yang disengaja?
Pihak berwenang harus segera bertindak cepat dan membongkar praktik haram ini hingga ke akar-akarnya. Jangan biarkan SD Negeri 280 menjadi sarang korupsi dan tempat berlindung bagi para penipu. Jika terbukti bersalah, para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, tanpa pandang bulu. Kejadian ini harus menjadi pelajaran pahit bagi seluruh institusi pendidikan di Indonesia, bahwa integritas dan akuntabilitas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.(DA)Bersambung…
