Gebyar Dangdut dan Tembang Lawas Danau Sipin: Pejabat Publik Tak Peduli

Gebyar Dangdut dan Tembang Lawas Danau Sipin: Pejabat Publik Tak Peduli

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Jambi -Satukomando.com Gebyar Dangdut dan Tembang Lawas Danau Sipin sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan direncanakan tetapi masih menyisakan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Ketua Panitia, Jhon Herman, dan juga sebagai Ketua Komunikasi Pulau Kembang (KPK) Jambi.

Jhon Herman mengkritik lemahnya perhatian dan dukungan dari pejabat publik terhadap kegiatan kemasyarakatan yang dapat mendukung program pemerintah.

“Acara Gebyar Dangdut dan Tembang Lawas Danau Sipin ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengunjung dan promosi Danau Sipin serta ajang pencarian bakat masyarakat Jambi” ungkap Jhon Herman pada Sabtu (22/06/2024).

Pada hal dengan adanya Iven Gebyar Danau Sipin merupakan salah satu cara bagaimana memancing masyarakat untuk datang ke Danau Sipin dengan begitu UMKM masyarakat Danau Sipin bisa laku dan perekonomian masyarakat di Danau Sipin bisa terangkat dan terbantu, tambah Jhon.

“Acara Gebyar Danau Sipin ini bukan ajang mencari keuntungan ini murni untuk untuk menghidupkan susana di Danau Sipin yang makin lama makin sepi karena kebosanan pengunjung yang susananya makin kumuh dan penuh sampah” ungkapnya kesal.

“Padahal Danau Sipin aset yang sangat indah yang berada ditengah tengah Kota Jambi, tapi kenapa pak gubernur tutup mata dan tidak perduli padahal itu berada di belakang kantor gubernur yang hari hari pak Gubernur melihatnya , mengapa orang Korea melihat Danau Sipin terenyuh dan langsung menawarkan kerja sama untuk menjadikan Danau Sipin sebagai sumber air bersih dan destinasi wisata, saya langsung yang membawa profesor Kim Prof. Johanes dan kawan kawan untuk turun ke Danau sipin survey dari ujung ke ujung mengunakan speed boat dari area dekat Pulau Pandan sampai ke belakang area Kuburan Cino dan memasuki Danau Teluk kenali melewati Sungai Buluran” ungkap Jhon Herman.

Mr. KIm adalah Profesor dari Korea Selatan yang telah mengadakan perjanjian dengan pemerintah, sangat merasa simpati dengan adanya Danau Sipin yang sangat indah tapi pemerintah seolah menutup mata dengan keberadaannya, selama ini pemerintah tidak serius mengelola Danau Sipin, masakan pak Gubernur ibarat berludah pun sampai ke Danau Sipin tapi tak sedikitpun memperhatikannya kenapa orang dari Korea yang jauh yang bisa melihat begitu berpotensinya Danau Sipin, ini ungkap Jhon.

Jhon juga menceritakan tiga kali datang ke rumah Gubernur dan pernah tiga jam menunggu di rumah dinas Gubernur untuk mengajak kerja sama terkait Gebyar Danau Sipin ini tapi pulang dengan tangan kosong, dalam wawancara kami dengan Jhon juga mengungkap kan ketidak seriusan pemerintah mengembang kan Danau Sipin ini membuat danau Sipin ini tidak maju maju, Jhon berharap ada sosok pemimpin sama dengan Walikota Fasha yang sangat memperhatikan Danau Sipin ini

Jhon juga meminta agar PJ. Walikota sekarang untuk turut memperhatikan Danau Sipin ini seperti masa Walikota Fasha, jangan ‘melempem’ sampai sejauh ini tak ada pembangunan yang berarti dari hasil kinerja PJ. Walikota sekarang apalagi terkait Danau Sipin.

“Sebelum habis masa jabatannya, Jhon meminta PJ. Walikota sedikit berbuat untuk danau Sipin agar ada kenangan yang di lihat dari hasil kerja PJ. Walikota ini” ungkapnya (Erfan)

Gebyar Dangdut dan Tembang Lawas Danau Sipin: Pejabat Publik Tak Peduli

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas