
Sehari setelah kejadian, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus langsung mendatangi keluarga korban pada Selasa (20/10/2026) pagi. Kunjungan itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Dalam kunjungan tersebut, Parosil didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK, serta camat setempat. Selain menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada keluarga Sajum.
Berdasarkan laporan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat UPT Way Tenong, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.20 WIB. Informasi awal diterima dari Jhon, Peratin Karang Agung, yang menghubungi posko pemadam kebakaran untuk melaporkan kejadian di Pemangku Sukamulya.
Mendapat laporan tersebut, Regu 2 UPT Way Tenong yang sedang bertugas langsung menuju lokasi. Proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari UPT Way Tenong dan UPT Sumber Jaya.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 15.39 WIB dan menyelesaikan penanganan pada pukul 17.09 WIB.
“Beruntung kebakaran tidak merembet ke rumah warga yang lain,” demikian keterangan laporan petugas lapangan Irawan Efendi dan rekan.
Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp300 juta.
Sejumlah barang dilaporkan ikut terbakar, di antaranya kendaraan roda dua, uang tunai, serta hasil panen kopi kering milik korban.
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari salah satu ruangan rumah dan kemungkinan berkaitan dengan korsleting arus listrik. Dugaan tersebut masih memerlukan kepastian dari pemeriksaan pihak terkait.
Parosil Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Saat mengunjungi keluarga korban, Parosil menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
“Hari ini saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah mengungkapkan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Sajum. Semoga bapak dan keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan,” ujar Parosil.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah. Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir, peristiwa kebakaran juga terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Batu Brak, Lumbok Seminung, Sukau, dan Sumber Jaya.
Parosil meminta warga memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian, baik untuk bekerja ke kebun, berbelanja ke pasar, menghadiri pengajian, maupun mendatangi acara keluarga.
“Kalau kiranya mau meninggalkan rumah, entah ke kebun, ke pasar, ke pengajian atau hajatan, tolong dicek sumber apinya, baik dari listrik, dapur maupun kompor. Colokan listrik dicabut atau kompornya dimatikan,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat pekon, kecamatan, dan unsur terkait untuk terus mengingatkan masyarakat mengenai pencegahan kebakaran dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, maupun pemerintahan.
“Selain itu saya mengimbau kepada aparat hukum dan aparat kecamatan, kalaupun nanti ada acara sosial, keagamaan, ataupun acara pemerintahan tolong selalu mengingatkan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap peningkatan kewaspadaan dan edukasi kepada masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran serupa, sehingga keselamatan warga serta harta benda dapat lebih terlindungi.
