Prabowo: Penyelundupan Timah hingga Batu Bara Bisa Membunuh Ekonomi

Prabowo: Penyelundupan Timah hingga Batu Bara Bisa Membunuh Ekonomi

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa praktik penyelundupan sumber daya alam dan barang bersubsidi merupakan ancaman serius bagi perekonomian Indonesia. Ia menyebut penyelundupan timah, emas, batu bara, kayu, bahan bakar minyak (BBM), hingga pupuk bersubsidi sebagai bentuk kebocoran kekayaan negara yang harus diberantas.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menilai penyelundupan bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan tindakan yang merugikan bangsa karena mengalihkan kekayaan negara dari kepentingan rakyat.

“Bangsa kita ditipu. Rakyat kita ditipu. Pemerintah kita ditipu,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti pandangan sejumlah pihak yang disebutnya sebagai ahli hukum dan ahli pidana terkait persoalan penyelundupan. Prabowo mempertanyakan pandangan yang dianggapnya membenarkan atau mengecilkan persoalan tersebut.

Menurutnya, penyelundupan merupakan tindakan yang mengancam perekonomian nasional dan tidak boleh dibiarkan berlangsung.

“Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita,” tegasnya.

Timah, Emas, hingga Pupuk Bersubsidi Jadi Sorotan

Sejumlah kapal tongkang bermuatan batu bara melintas perairan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/11/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Sejumlah kapal tongkang bermuatan batu bara melintas perairan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/11/2024). Foto: ANTARA FOTO

Prabowo menyebut berbagai komoditas yang menurutnya kerap menjadi sasaran penyelundupan. Komoditas tersebut mencakup sumber daya alam bernilai tinggi hingga barang yang mendapat subsidi pemerintah.

“Harta kekayaan kita diselundupkan. Timah kita diselundupkan. Emas kita diselundupkan. Batu bara kita diselundupkan. Kayu kita diselundupkan. BBM kita yang kita subsidi diselundupkan. Pupuk kita yang disubsidi diselundupkan,” katanya.

Ia menekankan bahwa praktik tersebut harus menjadi perhatian serius karena berpotensi mengurangi manfaat kekayaan alam dan subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat.

Presiden pun mengingatkan agar sistem yang memungkinkan terjadinya penyelundupan tidak terus dipertahankan. Ia meminta seluruh pihak memahami pentingnya menjaga kekayaan negara di tengah situasi yang disebutnya menuntut Indonesia untuk bertahan.

Prabowo Minta Kebocoran Kekayaan Negara Ditekan

Dalam arahannya, Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia harus menyelamatkan kekayaan alam dan mencegah kebocoran yang merugikan kepentingan nasional.

“Saudara-saudara, inti yang ingin saya sampaikan yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita,” ujarnya.

Prabowo mengibaratkan kekayaan alam sebagai darah bagi tubuh bangsa. Jika kebocoran terus terjadi, menurutnya, keberlangsungan negara akan terancam.

“Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali pesan pemerintah mengenai pentingnya pengawasan terhadap sumber daya alam dan distribusi barang bersubsidi. Penindakan terhadap penyelundupan menjadi salah satu isu penting dalam upaya melindungi penerimaan negara dan memastikan manfaat kekayaan nasional dapat dirasakan masyarakat.

 

Prabowo: Penyelundupan Timah hingga Batu Bara Bisa Membunuh Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas