Kardo Kaur Desa Merkeh Akui Ambulans Dipakai Istri : Menganggap Aset Publik Seperti Milik Sendiri

 

 

Merangin Satukomando-com – Bukti pengakuan langsung tak terbantahkan: Kardo, Kaur Desa Merkeh, Kecamatan Renah Pembarap, membenarkan sepenuhnya bahwa ambulans milik desa dikemudikan istrinya dan dipakai ke pasar rakyat. Tujuannya jelas diakui: berbelanja kebutuhan untuk acara Maulid Nabi di surau—sama sekali bukan untuk layanan kesehatan atau keadaan darurat.

 

Dalam percakapan yang terekam, Kardo menjawab mantap: “Seratus persen benar!” serta menegaskan “Sopir! Ambulan saya! Tapi ke pasar rakyat untuk belanja!” Ucapan “ambulan saya” ini memperlihatkan sikap keliru, seolah aset milik seluruh warga adalah hak pribadi yang bebas dipakai sesuka hati. Saat ditanya kesesuaiannya dengan SOP, ia tak bisa menjawab pembenaran, malah merasa ditantang dan menolak mengakui kesalahan.

 

Alasan belanja untuk kegiatan keagamaan tidak bisa memaafkan pelanggaran fungsi. Ambulans bukan kendaraan serbaguna untuk angkut barang atau kebutuhan acara. Fungsinya mutlak: menyelamatkan nyawa, evakuasi pasien, dan layanan gawat darurat. Menggunakannya untuk keperluan umum sekalipun bernilai ibadah, tetaplah menyalahgunakan fasilitas yang disiapkan demi kepentingan bersama.

 

Sikap Kardo yang merasa ditantang, ditambah anggapan bahwa kendaraan dinas bisa diperlakukan seperti milik pribadi, makin mencoreng kepercayaan pada pejabat desa. Warga berhak khawatir: bagaimana jika saat kendaraan dipakai berbelanja, ada tetangga yang sakit mendesak? Pengakuan langsung ini harus menjadi dasar tindakan tegas. Jangan biarkan aset vital Desa Merkeh dikuasai dan dipermainkan semena-mena tanpa tanggung jawab.(DA) Bersambung…..

Kardo Kaur Desa Merkeh Akui Ambulans Dipakai Istri : Menganggap Aset Publik Seperti Milik Sendiri

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas