SAROLANGUN Satukomando-com — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Sedikitnya 11 desa di empat kecamatan menjadi wilayah penanganan karhutla pada Senin, 24 Agustus 2026.
Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Pauh, Air Hitam, Mandiangin, dan Mandiangin Timur. Tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, pemantauan, sekaligus pendataan terhadap lahan yang terdampak.
Di Kecamatan Pauh, penanganan dilakukan di Desa Pengedaran, Desa Seko Besar, Desa Lamban Sigatal, dan Desa Kasang Melintang.
Di Kecamatan Pauh, penanganan dilakukan di Desa Pengedaran, Desa Seko Besar, Desa Lamban Sigatal, dan Desa Kasang Melintang.
Sementara di Kecamatan Air Hitam, tim bergerak ke Desa Pematang Kabau, Desa Lubuk Kepayang, dan Desa Baru. Untuk wilayah Kecamatan Mandiangin, penanganan dilakukan di Desa Rangkiling Simpang dan Desa Gurun Tuo Simpang.
Adapun di Kecamatan Mandiangin Timur, titik penanganan berada di Desa Guruh Baru dan Desa Sungai Butang.
Sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan dan kini memasuki tahap pendinginan serta pemantauan. Namun, beberapa titik masih memerlukan penanganan lanjutan, terutama kawasan dengan karakteristik lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
Kondisi tersebut membuat personel harus bekerja ekstra untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi juga menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
Penanganan dilakukan melalui sinergi TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pihak perusahaan, serta masyarakat. Selain pemadaman, tim juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang relatif kering. Pemantauan terhadap lokasi bekas terbakar juga terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman.(DA)
