Gerak Cepat Tim Gabungan Tangani Karhutla di 11 Desa  Kabupaten Sarolangun

 

Sarolangun, Satukomando-com  24 Agustus 2026 — Upaya penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi. Pada Senin (24/8/2026), personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat bergerak menuju sejumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi berdasarkan data BMKG.

 

Kegiatan penanganan tersebut meliputi wilayah Koramil 420-03/Pauh serta sejumlah desa di Kecamatan Pauh, Air Hitam, Mandiangin, dan Mandiangin Timur. Sebanyak 67 personel dilibatkan, terdiri dari 11 personel TNI, 1 personel Polri, 21 personel Manggala Agni, 10 karyawan PT Sinar Mas, serta 24 masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan terhadap 11 titik hotspot, sebagian besar lokasi telah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Sementara itu, beberapa titik yang berada di lahan gambut masih membutuhkan penanganan lanjutan karena api belum sepenuhnya padam.

 

Dari hasil pendataan, luasan lahan yang terdampak kebakaran tersebar di beberapa desa. Di antaranya Desa Pengedaran, Seko Besar, Lamban Sigatal, Kasang Melintang, Pematang Kabau, Baru, Lubuk Kepayang, Gurun Tuo Simpang, Rangkiling Simpang, Guruh Baru, dan Sungai Butang.

 

Lokasi dengan kondisi paling membutuhkan perhatian berada di Desa Kasang Melintang, Desa Baru, dan Desa Lubuk Kepayang, yang sebagian lahannya merupakan gambut. Di lokasi tersebut, tim masih melaksanakan pemadaman, penyiraman, serta pendinginan dan akan melanjutkan penanganan pada hari berikutnya.

 

Sementara itu, titik karhutla lainnya seperti di Desa Pengedaran, Seko Besar, Lamban Sigatal, Pematang Kabau, Gurun Tuo Simpang, Rangkiling Simpang, Sungai Butang, dan Guruh Baru dilaporkan telah padam dan selanjutnya dilakukan pemantauan serta pendinginan untuk memastikan tidak terjadi api atau bara yang kembali menyala.

 

Dalam operasi tersebut, Manggala Agni mengerahkan berbagai peralatan pemadam, antara lain empat unit mesin Mini Striker, satu unit mesin Shibaura, satu unit Waterax, puluhan rol selang, serta kendaraan operasional roda dua dan roda empat. BPBD juga mendukung dengan kendaraan tangki roda enam, mesin pemadam, selang, konektor, serta peralatan pendukung lainnya.

 

Tim gabungan memanfaatkan sumber air yang tersedia, termasuk parit irigasi di sekitar lokasi. Namun, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman dan pendinginan. Sejumlah parit dan kanal di sekitar lokasi dilaporkan dalam kondisi kering, sementara beberapa titik kebakaran berada di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

 

Berdasarkan rekapitulasi lapangan, luas area yang terdampak pada 11 hotspot berada pada kisaran 16 hektare, dengan rincian antara lain sekitar 1 hektare di Desa Pengedaran, 1 hektare di Seko Besar, 1 hektare di Lamban Sigatal, 2 hektare di Kasang Melintang, 1,5 hektare di Pematang Kabau, 1,5 hektare di Desa Baru, 3 hektare di Lubuk Kepayang, 0,5 hektare di Gurun Tuo Simpang, 1 hektare di Rangkiling Simpang, 1,5 hektare di Sungai Butang, dan 2 hektare di Guruh Baru.

 

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, personel gabungan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, pihak perusahaan, serta masyarakat. Edukasi dan imbauan turut diberikan agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Penanganan karhutla akan terus dilanjutkan hingga kondisi benar-benar aman.

 

Khusus kawasan gambut, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat bara yang berada di bawah permukaan tanah.

 

Sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Kabupaten Sarolangun.(DA)

Gerak Cepat Tim Gabungan Tangani Karhutla di 11 Desa  Kabupaten Sarolangun

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas