Tim Pelatih Penopang Cita-Cita Adeeva Afsheen Myesha Rachman di Club Intido

 

 

Jambi, Satukomando.com _ Di ruang latihan yang penuh semangat Club Intido, tiga sosok pelatih membentuk tulang punggung perkembangan seorang bakat muda bernama Adeeva Afsheen Myesha Rachman. Setiap hari, mereka bekerja sama dengan ritme yang terkoordinasi, mengubah mimpi Adeeva menjadi langkah nyata di atas lapangan (atau bidang olahraga yang dia tekuni—misalnya lapangan sepak bola, aula seni, atau lapangan bulutangkis, tergantung fokus Club Intido).

 

Wiwin Arif S.E, sebagai pelatih utama, memegang peran sebagai arsite strategis yang memetakan jalur kesuksesan Adeeva. Dengan latar belakang manajemen bisnis (ditandai gelar S.E-nya), Wiwin tidak hanya mengatur jadwal latihan yang ketat, tetapi juga menganalisis kelemahan dan kekuatan Adeeva dengan pendekatan data. Misalnya, ketika melihat Adeeva kesulitan mempertahankan konsentrasi di menit-menit kritis, Wiwin merancang program latihan “ketahanan mental” yang menggabungkan latihan fisik dengan sesi diskusi tentang manajemen stres. Ia juga menjadi jembatan antara Adeeva dengan manajemen Club Intido, memastikan Adeeva mendapat fasilitas terbaik—mulai dari peralatan latihan hingga kesempatan bergabung dalam turnamen nasional. Setiap senyuman Wiwin kepada Adeeva setelah sesi latihan menjadi bukti keyakinannya: “Kau punya potensi untuk menjadi yang terdepan, asal kita jaga konsistensi.”

 

Di sisi Wiwin, Andika Aldi Putra S.Pd berperan sebagai asisten pelatih yang fokus pada pengembangan teknis Adeeva. Dengan gelar pendidikan fisik (S.Pd), Andika memahami prinsip gerak tubuh yang tepat dan merancang latihan spesifik untuk memperbaiki teknik Adeeva. Misalnya, jika Adeeva adalah pemain sepak bola yang kesulitan melakukan umpan panjang, Andika akan membuat serangkaian latihan koordinasi mata-tangan (atau kaki) yang diulang setiap hari, disertai umpan balik langsung tentang sudut tendangan dan kekuatan otot. Ia juga menjadi pendengar setia bagi Adeeva ketika dia merasa lelah atau ragu—kadang menyelipkan cerita tentang pengalamannya sebagai atlet muda untuk membangkitkan semangat Adeeva kembali. “Kesalahan hari ini adalah pelajaran untuk kemenangan besok,” seringkali dikatakannya sambil memegang bahu Adeeva.

 

Michelle Audriliani, sebagai asisten pelatih lainnya, mengisi celah antara strategi Wiwin dan teknis Andika dengan perhatian pada kesejahteraan holistik Adeeva. Ia memantau pola tidur, pola makan, dan kondisi emosi Adeeva setiap hari—misalnya, ketika melihat Adeeva terlihat lelah karena tugas sekolah, Michelle akan berbicara dengan Wiwin untuk menyesuaikan jadwal latihan agar tidak terlalu membebani. Ia juga mengatur sesi rekreatif kecil di antara latihan keras, seperti permainan board game bersama tim, untuk menjaga semangat Adeeva tetap segar. Michelle juga menjadi jembatan antara Adeeva dengan keluarganya, memberitahu orang tua tentang perkembangan Adeeva dan meminta dukungan mereka dalam memastikan Adeeva mendapat istirahat yang cukup.

 

Bersama-sama, ketiga pelatih ini menciptakan ekosistem yang mendukung Adeeva tumbuh menjadi atlet yang tangguh dan percaya diri. Setiap hari di Club Intido adalah bukti kolaborasi mereka: Wiwin menyusun rencana, Andika melaksanakannya dengan detail, dan Michelle memastikan Adeeva tetap sehat secara fisik dan emosional. Saat Adeeva memenangkan medali pertama di turnamen regional, ketiganya berdiri di sisi panggung, tersenyum bangga—karena mereka tahu, medali itu adalah hasil dari ribuan jam latihan yang dirancang dengan hati dan kepedulian.(DA)

 

 

Tim Pelatih Penopang Cita-Cita Adeeva Afsheen Myesha Rachman di Club Intido

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas